PARKES Raih 60,95 Persen Suara, M. Naufal Aruli Terpilih sebagai Ketua OSIS Sukma Bangsa Pidie
Sementara itu, guru menjalankan fungsi pengawasan yang mengadaptasi peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.
Pembagian peran tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung mengenai tata kelola pemilihan, mulai dari penyelenggaraan, pengawasan, penyampaian gagasan, hingga penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab.
Pembina OSIS dari kalangan guru, Muhammad Syawal, mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme siswa dalam menjalankan proses demokrasi di sekolah.
“Sebagai pembina OSIS, saya merasa senang dan bangga melihat antusiasme siswa dalam menjalankan proses demokrasi. Sejak tiga tahun terakhir, kami di Sukma mulai memperkenalkan sistem partai siswa agar mereka mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana proses demokrasi berlangsung, mulai dari pembentukan partai, penyampaian gagasan, kampanye, hingga pemungutan suara,” ungkap Muhammad Syawal.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa demokrasi tidak berhenti pada kegiatan memilih pemimpin. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan pilihan, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan menerima hasil pemilihan.
Rangkaian Pesta Demokrasi Siswa
Pesta Demokrasi Siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie tidak hanya berfokus pada pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, tetapi juga mencakup proses rekrutmen anggota OSIS periode 2026–2027. Seluruh rangkaian dirancang untuk memberikan ruang partisipasi kepada siswa sekaligus menumbuhkan pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan.