Herman Abdullah: Pembangunan 11 Ruas Jalan Buka Akses Barat Selatan Aceh

Redaksi 20 Juli 2020 | 14:50 453
Herman Abdullah: Pembangunan 11 Ruas Jalan Buka Akses Barat Selatan Aceh

Anggota DPR Aceh, H. Herman Abdullah, SE

Koranindependen.co | Banda Aceh - Anggota DPR Aceh, H. Herman Abdullah, SE menyambut baik kebijakan Pemerintah Aceh membangun sebanyak 11 ruas jalan prioritas yang menghubungkan jalan lintas kabupaten dengan daerah-daerah terpencil.

 "Saya sebagai DPRA sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh terkait pengalokasian dana untuk dibangun 11 jalan prioritas yang menghubungkan jalan antar lintas kabupaten dan daerah-daerah terpencil di Provinsi Aceh," katan Herman, Senin pagi(20/7/2020).

Herman mengatakan, dengan terbangunnya 11 jalan prioritas tersebut secara otomatis akan mendongkrak perekonomian masyarakat. 

"Kehadiran infrstruktur itu nantinya juga akan membuka isolasi daerah-daerah terpencil," kata Herman
Tidak hanya itu, menurut H. Herman, dengan dibangunya jalan perioritas tersebut juga akan mempersingkat waktu tempuh dari satu daerah ke daerah lain. 

"Mobilitas dan produktivitas masyarakat juga sangat terdukung," ujarnya.

Sebagai anggota DPR Aceh dari Dapil 10, (Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue), dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Aceh, karena telah memasukkan beberapa ruas jalan prioritas di wilayah Barat Selatan Aceh.

"Rata-rata pembangunan jalan ini berada daerah ujung pedalaman yang selama ini masyarakatnya sangat menanti-nanti dibangun insfrastuktur jalan yang memadai," Ungkapnya

Menurutnya, ruas jalan penghubung di wilayah Barat Selatan  Aceh dengan daerah dataran tinggi Gayo maupun Aceh Besar selama ini kondisinya sangat buruk dan sangat sulit dilalui oleh masyarakat yang membawa keluar hasil bumi dari sana. 

H. Herman mengaku yakin dengan telah dibangunnya jalan yang memadai, nantinya ekonomi masyarakat disana akan terdongkrak. Apalagi masyarakat disana, rata-rata penghasilan ekonomi dari perkebunan dan pertanian.

"Program pembangunan jalan tersebut sangat baik sekali dan telah mewakili janji politik Irwandi-Nova menuju Aceh Hebat, memang benar-benar program Aceh Hebat," sebut Herman, mantan yang juga ketua DPC Partai Demokrat Aceh Barat

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rangka mengoptimalkan dana otonomi khusus (Otsus), dan untuk mencapai target pembangunan insfrasruktur jalan yang tertuang dalam RPJMA. Pemerintah Aceh pada 2019 telah melakukan perencanaan untuk penanganan peningkatan sebanyak 11 ruas jalan prioritas di Aceh. 

Adapun 11 ruas jalan yang masuk dalam prioritas Pemerintah Aceh tahun 2020 yaitu : 

- Ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues, sepanjang 107,30 kilometer.

 - Ruas jalan batas Aceh Timur-Pining-Blangkejeren, sepanjang 61,42 kilometer. 

- Ruas jalan Blangkejeren-Tongra-batas Aceh Barat Daya, sepanjang 90, 15 kilometer.

 - Ruas jalan Babah Rot-batas Gayo Lues, sepanjang 27, 57 kilometer.

 - Ruas jalan Jantho-Lamno batas Aceh Jaya, sepanjang 66, 33 kilometer.

 - Ruas jalan Simpang Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang, sepanjang 57, 08 kilometer.

 - Ruas jalan batas Aceh Timur (Simpang Jernih)-Karang Baru, Aceh Tamiang, sepanjang 43, 52 kilometer.

 - Ruas jalan Trunom-batas Aceh Singkil, sepanjang 51, 42 kilometer. 

 - Ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil Telaga, sepanjang 44, 93 kilometer.

 - Ruas jalan Sinabang-Sibigo, sepanjang 92, 64 kilometer. 

 - Ruas jalan Nasreuhe-Lewak-Sibigo, sepanjang 129, 42 kilometer. 

Sebelas ruas jalan tersebut rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2020 dan diproyeksi akan tuntas pada tahun 2022, dengan sistem kontrak pembangunannya dilakukan dengan cara multi tahun atau multiyears (MYC).