Umuslim Siap Tampung Anak Palestina

Redaksi 08 Juni 2021 | 10:59 17
Umuslim Siap Tampung  Anak Palestina

Foto : Istimewa

BIREUEN | Koranindependen.co -- Meningkatnya kekerasan dan kekisruhan akibat konflik Israel dan Palestina, menyebabkan jatuhnya ribuan korban dan hilangnya harta benda rakyat Palestina dalam beberapa bulan terakhir, sehingga banyak rakyat terutama anak-anak  Palestina tidak dapat mengecap pendidikan semestinya.

Demi kemanusian dan kepedulian atas musibah yang menimpa rakyat Palestina, Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan Kabupaten Bireuen siap menampung 10 (sepuluh) orang anak Palestina untuk kuliah di Umuslim, ujar Rektor Umuslim, Dr.Marwan, MPd.

“Kami bermaksud  memberikan “Beasiswa Ampon Chiek Peusangan (Ampon Chiek Peusangan Scholarship)” berupa beasiswa pendidikan penuh tingkat sarjana (S-1) kepada para pemuda/i Palestina yang sedang berada di Kamp Pengungsi di Amman,” ungkap Dr.Marwan,MPd.

Nama “Ampon Chiek Peusangan” digunakan untuk mengenang pengorbanan Ampon Chiek Peusangan, yang telah berjasa di bidang Pendidikan, bersama ulama menginisiasi berdirinya Jamiatul Muslim tahun 1929 (cikal bakal Yayasan Almuslim Peusangan). Beliau mewakafkan tanahnya untuk mendirikan kantor Yayasan dan sekolah menengah di kala itu.

Tujuan utama pemberian beasiswa ini adalah sebagai bentuk kontribusi Universitas Almuslim di bidang kemanusiaan melalui Pendidikan dengan ikut berperan meningkat SDM pemuda/i Palestina, jelas Marwan.

Beasiswa diberikan secara penuh, bebas uang kuliah selama 8 hingga 10 semester (4 hingga 5 tahun), fasilitas akomodasi di Rusunawa Umuslim, uang konsumsi setiap bulannya, tiket pesawat (PP), keberangkatan dari Amman ke Banda Aceh dan setelah lulus, dari Banda Aceh menuju Amman.

Menurut Rektor Umuslim tahap pertama kuota beasiswa yang diberikan untuk 10 (sepuluh) orang, selanjutnya nanti akan di evaluasi kembali. Nantinya kuliah dilakukan dalam bahasa Indonesia. Sebelum mengikuti kuliah,  calon mahasiswa akan mengikuti terlebih dahulu masa orientasi bahasa Indonesia, Jelas Dr.Marwan,MPd.

Menurutnya agar tidak terjadi kendala dalam proses belajar mengajar, akan disiapkan dosen kelas Internasional yang menguasai bahasa Arab dan Bahasa Inggris, seperti saat Umuslim menerima mahasiswa dari NGU Jepang. Universitas Almuslim sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan program pembelajaran Internasional, karena pernah menyelenggarakan program pembelajaran Internasional, kami telah melakukan kerjasama pertukaran mahasiswa dengan Nagoya Gakuin University (NGU) di Jepang yang telah berlangsung selama 4 (empat) tahun lamanya, jelas Kabag Humas Zulkifli, Mkom. 

Umuslim juga salah satu anggota tim Task Force Pemerintah Aceh dalam membangun kerjasama antara Aceh dan India. Kami telah melakukan MoU dengan Kementerian Luar Negeri RI bersama-sama menginisiasi kerja sama Aceh dan Kepulauan Andaman Nicobar di India, jelas  Marwan.
 
Pihaknya menyurati Kemendikbud-Ristek RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar RI di Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Negara Palestina.

Universitas Almuslim (Umuslim) saat ini mengelola 25 Program Studi Sarjana dan Diploma tiga yang terakreditasi A dan B, serta mengelola  Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan 2 Program Pascasarjana (Magister) yaitu program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) dan Pendidikan  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), ungkapnya. (*)