Mustafa Ahmad, Camat Tegas yang Mengabdikan Diri untuk Pendidikan dan Adat di Aceh Selatan

23 Jul 2025 - 22:47
Keterangan Photo: Mustafa Ahmad, Mantan Camat Labuhanhaji dan Kluet Selatan (1971-1985)
1 dari 3 halaman

Aceh Selatan, Koranindependen.co – Nama Mustafa Ahmad begitu melekat dalam ingatan masyarakat Aceh Selatan, terutama di Labuhanhaji dan Kluet. Ia bukan hanya dikenal sebagai camat yang tegas dan disiplin, tetapi juga sebagai tokoh yang berjasa besar dalam perjuangan pendidikan, penguatan organisasi kemasyarakatan, serta pelestarian adat Aceh.

Lahir sebagai pendidik, Mustafa Ahmad memulai pengabdiannya sebagai guru di sejumlah sekolah menengah di Banda Aceh dan Labuhanhaji. Kariernya kemudian berkembang di dunia pemerintahan, mulai dari menjabat sebagai Camat Labuhanhaji (1971–1978), lalu Camat Kluet Selatan (1978–1985), hingga dipercaya memimpin Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) Aceh Selatan sampai 1990. Ia mengakhiri masa tugas sebagai PNS di BP-7 Provinsi Aceh pada 1992.

Dalam setiap jabatan yang diembannya, Mustafa dikenal sebagai pemimpin yang berprinsip dan tidak mudah berkompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran. Ia menanamkan disiplin tinggi, terutama dalam urusan pendidikan.

Jauh sebelum program "wajib belajar" dicanangkan pemerintah pusat, Mustafa Ahmad telah melaksanakan inisiatif serupa secara mandiri. Ia sering melakukan razia anak-anak yang tidak bersekolah dan berkeliaran di pasar, sawah, atau ladang saat jam belajar. Tak hanya menegur, ia bahkan mengantarkan bekal makanan kepada anak-anak yang ia suruh kembali ke sekolah, sambil menemui orang tua mereka untuk menjelaskan pentingnya pendidikan.

"Baginya, sekolah bukan pilihan, tapi kewajiban," ujar salah seorang warga Labuhanhaji yang masih mengingat pengalaman masa kecilnya bersama sosok camat yang humanis ini.

Dari tindakan-tindakan kecil yang penuh ketegasan dan kasih itulah, banyak anak-anak kemudian tumbuh menjadi guru, dosen, aparatur sipil negara, pengusaha, hingga tokoh-tokoh sukses lainnya.

Tak hanya berkiprah di pemerintahan, Mustafa Ahmad juga aktif dalam organisasi keislaman dan kepemudaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Pelajar Islam (PPI) Aceh, pengurus Pemuda Aceh Selatan (PAS), dan Sekretaris Umum PERTI Aceh pada dekade 1960-an. Komitmen itu menegaskan bahwa sejak muda, ia telah terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial dan intelektual untuk kemajuan daerah.