Pemerintah Aceh Barat Bangun Jalan Penghubung Marek–Pasi Jambu, Dorong Percepatan Akses dan Ekonomi Warga

Aceh Barat, Koranindependen.co - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pembangunan jalan penghubung antara Desa Marek dan Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Senin (21/7/25). Pembangunan infrastruktur ini menjadi angin segar bagi masyarakat di dua desa yang selama ini mengeluhkan sulitnya akses antarwilayah, terutama saat musim hujan.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Benny Hardi, mengatakan bahwa proyek jalan penghubung ini merupakan salah satu program strategis daerah dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman Aceh Barat.
“Pembangunan jalan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk meningkatkan konektivitas antar desa, memudahkan mobilitas masyarakat, dan membuka akses ekonomi baru di wilayah Kaway XVI. Dengan dibangunnya jalan ini, kita harap distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat menjadi lebih lancar,” ujar Benny.
Jalan penghubung tersebut akan dibangun dengan konstruksi lapen (lapisan penetrasi) sepanjang 3,2 kilometer dan lebar badan jalan 4 meter. Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 90 hari kalender, dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keselamatan kerja.
Akses Terbatas Selama Bertahun-Tahun

Selama bertahun-tahun, masyarakat Desa Marek dan Desa Pasi Jambu harus menghadapi kondisi jalan tanah yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Banyak warga yang harus menempuh jalan memutar hingga belasan kilometer untuk menuju desa tetangga atau ke pusat kecamatan. Kondisi ini tidak hanya menghambat kegiatan ekonomi, tetapi juga menyulitkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
“Kalau musim hujan, jalan benar-benar becek dan sulit dilewati. Kadang kami terpaksa mendorong sepeda motor bersama-sama hanya untuk bisa keluar desa. Dengan adanya pembangunan ini, kami sangat bersyukur. Ini sudah kami nanti-nantikan sejak lama,” ungkap Syahril, seorang warga Desa Pasi Jambu yang ditemui di lokasi pembangunan.