Presiden Prabowo Targetkan BUMN Setor Rp809 Triliun ke Negara, Ekonom Nilai Tidak Realistis
Ia menambahkan, sebagian besar aset BUMN berbentuk ekuitas dan aset tetap, bukan kas yang bisa langsung disetor. Selain itu, perusahaan strategis seperti PLN, Pertamina, Telkom, serta perbankan Himbara masih membutuhkan belanja modal besar untuk menjaga ketahanan energi, digitalisasi, dan pembiayaan UMKM.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai langkah reformasi BUMN tidak bisa instan. Dibutuhkan restrukturisasi, konsolidasi perusahaan sejenis, masuknya mitra strategis, hingga penguatan tata kelola. “Penghapusan tantiem hanya langkah simbolis. Dampak finansialnya kecil dan tidak akan banyak mengubah neraca BUMN,” katanya.
Para ekonom sepakat, peningkatan kontribusi BUMN harus lahir dari kinerja sehat dan efisiensi jangka panjang, bukan semata pemaksaan setoran kas yang berisiko menurunkan daya saing maupun kredibilitas tata kelola. [aga]