Sekolah Rakyat Capai 159 Titik, Pemerintah Targetkan 200 Lokasi di Akhir Tahun Ajaran
Koranindependen.co | Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Diluncurkan pada 2021, program ini menghadirkan layanan pendidikan gratis dengan kurikulum setara sekolah formal. Sasaran utamanya adalah anak-anak yang belum terakomodasi dalam sistem pendidikan karena kendala biaya maupun jarak.
Pengelolaan Sekolah Rakyat dilakukan oleh tenaga pendidik kontrak dengan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan daerah. Di beberapa lokasi, bahasa daerah digunakan pada tahap awal pendidikan untuk memudahkan proses belajar sekaligus mengurangi hambatan komunikasi.
Selain pembebasan biaya, program ini juga menyediakan fasilitas pendukung, mulai dari asrama, seragam, buku, hingga kebutuhan sehari-hari siswa. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar tanpa terbebani biaya tambahan.
Menurut laman Setneg.go.id, pemerintah menargetkan pemerataan Sekolah Rakyat di seluruh provinsi, dari Aceh hingga Papua. Pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta ketersediaan tenaga pendidik di setiap wilayah.
Sebaran Sekolah Rakyat di Indonesia
Pada tahap awal, pemerintah merintis 100 lokasi Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, 63 titik mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, sementara 37 titik sisanya menyusul pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2025. Pemilihan lokasi difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan formal.