Ruas Jalan Pulo Teungoh-Pulo Kila Diusulkan Jadi Jalan Nasional, PUPR Aceh Barat Lakukan Perjuangan
“Rencana ini juga sudah kita diskusikan secara informal dengan anggota DPRK dari daerah pemilihan setempat. Kita juga pernah membicarakannya dengan PUPR Kabupaten Nagan Raya, karena ruas jalan ini memang saling terhubung. Nanti tentu akan ada diskusi lanjutan dengan semua pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat,” tambah Kurdi.
Ia menegaskan, perjuangan peningkatan status ruas jalan ini bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Barat-Selatan Aceh.
Dengan status jalan nasional, maka beban pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur tidak lagi hanya ditanggung oleh pemerintah kabupaten, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Hal ini diharapkan dapat membuka peluang percepatan pembangunan, meningkatkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan potensi ekonomi lain yang ada di wilayah Pante Ceureumen dan sekitarnya.
Lebih lanjut, Kurdi mengungkapkan bahwa gagasan peningkatan status ruas jalan Pulo Teungoh–Kila ini juga pernah disuarakan oleh Bupati Nagan Raya, mengingat urgensi jalur tersebut bagi kedua kabupaten bertetangga.