Infrastruktur Rusak Rp200 Miliar, Sejumlah Desa Masih Terisolir: Pemkab Aceh Barat Fokus Buka Akses dan Selamatkan Warga

1 Dec 2025 - 13:18
1 dari 3 halaman

MEULABOH, Koranindependen.co -  Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah dalam kabupaten Aceh Barat, Minggu malam (30/11/2025). Pemaparan disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah sekaligus Kadis PUPR, Dr. Kurdi, mewakili Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM, di Posko Bersama Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Aceh Barat.

Kurdi mengungkapkan bahwa kerusakan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas publik pascabencana, diperkirakan mencapai Rp200.968.884.000. Kerusakan paling parah terjadi pada infrastruktur vital seperti jembatan, badan jalan, dan akses menuju permukiman warga yang hingga kini masih terisolir.

Beberapa wilayah di Pante Ceureumen, Woyla Raya, dan Arongan Lambalek masih belum bisa diakses secara penuh di Gampong Jambak, jembatan gantung putus dan membuat akses warga terhenti total. Hal yang sama terjadi di Gampong Sikundo, yang hingga kini masih sepenuhnya terisolir.

Sementara itu, Gampong Lawet sudah mulai dapat dijangkau, meski distribusi bantuan masih sangat sulit akibat medan licin dan berlumpur.

Bencana juga menyebabkan 4 unit rumah hanyut, sementara 3 rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Keutambang, di mana 7 rumah beserta kantor desa rusak parah. Jalan menuju desa ini juga putus total, membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal.