“Kami bersama masyarakat turun langsung untuk membantu mempercepat pemulihan lingkungan pasca bencana. Sekolah menjadi prioritas agar anak-anak dapat kembali belajar dalam kondisi yang bersih dan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
“Sinergi antara aparat dan warga adalah kunci dalam mempercepat proses pemulihan serta menjaga situasi yang kondusif,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, seluruh ruang kelas telah berhasil dibersihkan dari lumpur dan kotoran. Proses lanjutan akan dilakukan keesokan harinya dengan penyiraman oleh Unit Pemadam Kebakaran Woyla, sementara area halaman sekolah masih dalam tahap pembersihan karena sebagian besar masih tergenang sisa lumpur.
Kabagops Polres Aceh Barat, Kompol Putranta Martius Kataren, S.H., juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di musim penghujan. “
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu, menjaga lingkungan, dan tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi,” ujarnya.