Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Sampaikan Khutbah Idul Fitri 1447 H di Masjid HMH Lhoksukon, Tekankan Makna Kesucian dan Bakti kepada Orang Tua
Lhoksukon, koranindependen.co – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Haji Muhammad Hanafiah (HMH), Gampong Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu (21/3/2026). Ribuan jamaah tampak memadati masjid untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasyiah (SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. H. Danial, M.Ag.
Dalam khutbahnya, Prof. Danial menjelaskan bahwa Idul Fitri secara harfiah bermakna kembali kepada kesucian, di mana manusia diibaratkan seperti bayi yang baru lahir ke dunia tanpa dosa. Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.
Lebih lanjut, ia menyinggung konsep ketakwaan sebagaimana dijelaskan secara lengkap dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Baqarah ayat 177, yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam dalam meraih keridhaan Allah SWT.
Dalam penyampaian yang penuh makna dan menyentuh hati, Prof. Danial menguraikan tentang lima “cairan kehidupan” yang mengalir dalam diri manusia sebagai simbol pengorbanan dan kasih sayang orang tua yang wajib dihormati oleh setiap anak.
Pertama, air ketuban yang menjadi perantara keselamatan selama dalam kandungan. Ia bukan sekadar unsur biologis, tetapi juga mengandung doa dan harapan orang tua terhadap masa depan anaknya. Kedua, darah yang mengalir saat proses persalinan, sebagai simbol perjuangan dan keberanian seorang ibu dalam melahirkan.