Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Sampaikan Khutbah Idul Fitri 1447 H di Masjid HMH Lhoksukon, Tekankan Makna Kesucian dan Bakti kepada Orang Tua

21 Mar 2026 - 10:22
Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Haji Muhammad Hanafiah (HMH), Gampong Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu (21/3/2026). Foto : Ist.
2 dari 3 halaman

Ketiga, air susu ibu (ASI) yang melambangkan kasih sayang, perlindungan, serta ketenangan yang dirasakan seorang anak sejak dini. Keempat, keringat orang tua yang menjadi simbol kerja keras dan pengorbanan dalam mencari rezeki halal demi kehidupan keluarga.


 

“Keempat cairan ini harus selalu kita ingat sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah berjuang tanpa pamrih,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan petuah dalam bahasa Aceh yang menggambarkan besarnya pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak, sejak dalam kandungan hingga dewasa.


 

“Bak saboh jamok poma melelet, bak saboh pijet poma meujaga, meriri uroet jeut ikat benteung, meriri ureung balah guna ma, lepah that susah poma mengandung dari buleun phon hingga kelua, meriri panyoet pe abeh minyak, meriri aneuk balah guna Ma,” tuturnya.


 

Sementara itu, cairan kelima yang tak kalah penting adalah air mata orang tua, yang mengalir dalam doa-doa tulus demi kebaikan dan keselamatan anak-anaknya.