Namun demikian, Sekda mengingatkan bahwa tantangan gaya hidup modern saat ini membuat masyarakat semakin rentan menjalani pola hidup sedentari atau kurang bergerak. Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2023, hanya sekitar 32,8 persen masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga setiap hari, sementara sisanya masih menjalani gaya hidup kurang aktif yang berdampak pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Karena itu, lanjut M Nasir, olahraga masyarakat harus dipandang sebagai gerakan sosial yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam bersama, maupun olahraga tradisional dinilai memiliki manfaat besar apabila dilakukan secara rutin dan konsisten.
Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa Aceh saat ini menempati posisi kedua nasional dalam Indeks Pembangunan Olahraga Tahun 2024 dengan skor 0,464. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membudayakan olahraga masyarakat di Aceh secara lebih luas dan berkelanjutan. [*]