Kakankemenag Aceh Utara Hadiri Zikir dan Doa Bersama Hari Damai Aceh, 15 Ribu Peserta Padati Lapangan Kantor Bupati

15 Aug 2026 - 14:05
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., bersama para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara menghadiri zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, Sabtu (15/8/2026). Foto : Ist.
1 dari 3 halaman

Lhoksukon, koranindependen.co – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., bersama para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara menghadiri zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, Sabtu (15/8/2026).


 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB tersebut dipadati sekitar 15 ribu peserta dari berbagai unsur Pemerintahan, ulama dan masyarakat. Hadir langsung Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., M.M. (Ayahwa), Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom (Panyang), pimpinan dan anggota DPRK Aceh Utara, unsur Forkopimda, para ulama dan tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta jajaran Muspika se-Aceh Utara.


 

Turut hadir para ASN yang bertugas di wilayah Aceh Utara, termasuk jajaran ASN Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara. Lantunan zikir dan doa bersama menggema di tengah lautan manusia yang memenuhi lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, menciptakan suasana khidmat sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam merawat perdamaian Aceh.

 

Usai kegiatan kepada awak media, Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli mengatakan bahwa bagi Kementerian Agama, perdamaian memiliki makna yang sangat erat dengan nilai-nilai agama. Perdamaian, menurutnya, tidak sekadar dimaknai sebagai berakhirnya konflik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, moderat, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

“Perdamaian adalah nikmat besar dari Allah SWT yang harus kita syukuri dan kita rawat bersama. Bagi kita di Kementerian Agama, perdamaian bukan hanya tentang terbebas dari konflik, tetapi juga bagaimana menghadirkan kehidupan yang penuh kerukunan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar H. Fadli.


 

Menurutnya, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh harus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Aceh, khususnya Aceh Utara, agar semakin maju, sejahtera, religius, dan bermartabat.


 

Ia menilai, suasana damai memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kehidupan keagamaan, perekonomian, serta pembangunan generasi muda.