Kakankemenag Aceh Utara Hadiri Zikir dan Doa Bersama Hari Damai Aceh, 15 Ribu Peserta Padati Lapangan Kantor Bupati
“Perdamaian harus kita wariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya dalam bentuk cerita sejarah, tetapi dalam bentuk kehidupan yang nyata. Anak-anak kita harus tumbuh dalam suasana aman, mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki kesempatan untuk berkembang, serta memahami bahwa persaudaraan dan persatuan adalah bagian dari ajaran agama,” katanya.
H. Fadli juga menegaskan komitmen Kementerian Agama Aceh Utara untuk terus mengambil bagian dalam merawat perdamaian melalui penguatan pembinaan keagamaan, pendidikan, moderasi beragama, serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, para penyuluh agama, penghulu, guru madrasah, tokoh agama, dan seluruh jajaran Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan serta mendorong masyarakat menyelesaikan setiap perbedaan secara damai dan bermartabat.
“Melalui para penyuluh agama, penghulu, guru madrasah, tokoh agama, dan seluruh jajaran Kementerian Agama, kita akan terus berkontribusi menghadirkan pesan-pesan agama yang menyejukkan, memperkuat persatuan, dan mendorong masyarakat untuk menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara-cara yang baik dan bermartabat,” tuturnya.
Ia berharap perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun dapat terus dipertahankan dan menjadi fondasi bagi pembangunan Aceh yang lebih baik.
“Semoga Allah SWT menjaga Aceh, menjaga masyarakatnya, memperkuat persaudaraan kita, dan menjadikan perdamaian ini sebagai jalan menuju Aceh yang lebih maju, sejahtera, religius, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, M.M. (Ayahwa) dalam sambutan sebelumnya, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui masyarakat Aceh sekaligus menatap masa depan dengan semangat persatuan.