Sarjana Makin Banyak, Lapangan Kerja Terbatas: Ini Potret Pengangguran Aceh

10 Sep 2026 - 13:29
1 dari 3 halaman

Banda Aceh | KORANINDEPENDEN.CO – Gelar sarjana belum menjadi jaminan bagi lulusan perguruan tinggi untuk segera mendapatkan pekerjaan di Aceh. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan perguruan tinggi masih tergolong tinggi pada Mei 2026.


Berdasarkan data BPS Aceh, TPT penduduk dengan pendidikan D1 ke atas mencapai 13,15 persen pada Mei 2026. Angka tersebut menurun 2,77 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 15,92 persen.


Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya akses masyarakat Aceh terhadap pendidikan tinggi. Lulusan perguruan tinggi juga tercatat menjadi kelompok dengan kontribusi pengangguran terbesar kedua, yakni 17,03 persen.
Kontribusi tersebut berada di bawah lulusan SMA yang mencapai 43,75 persen. Sementara lulusan SMP menyumbang 16,02 persen, SMK 12,71 persen, dan SD 10,49 persen.


Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyebut kondisi tersebut menunjukkan belum sepenuhnya selaras antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.


“Kita melihat lulusan perguruan tinggi terus bertambah, tetapi serapan industri Aceh belum optimal. Ini yang membuat persaingan semakin ketat dan waktu mencari pekerjaan jadi lebih lama,” ujar Agus.


Pada Mei 2026, BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Aceh mencapai sekitar 4,20 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,59 persen masuk dalam angkatan kerja.


Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 2,52 juta orang dan sebanyak 157 ribu orang masih menganggur. Secara keseluruhan, TPT Aceh pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,89 persen.


Artinya, dari setiap 100 orang yang masuk dalam angkatan kerja, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang belum mendapatkan pekerjaan.
Jika dibandingkan dengan Februari 2026, jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 15 ribu orang. Namun, jumlah pengangguran juga meningkat sekitar seribu orang.


Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Aceh sebenarnya masih menyerap tenaga kerja. Namun, pertumbuhan lapangan kerja belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertambahan angkatan kerja baru.


“Lapangan kerja bertambah, tapi angkatan kerja juga bertambah. Masalahnya, jenis lapangan kerja yang tersedia belum tentu sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki lulusan,” jelasnya.