“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif, ramah dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak. Semoga ikhtiar bersama ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi berbagai pihak yang selama ini turut mendorong terwujudnya madrasah yang ramah bagi semua, mulai dari guru dan tenaga kependidikan, pengawas, FPMI, Bunda Inklusi hingga pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, pendidikan inklusif membutuhkan kepedulian dan kolaborasi bersama agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Dedikasi dan Komitmen Ny. Annisatul Fuad yang juga merupakan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara dinilai memiliki komitmen dan kepedulian dalam mendukung penguatan pendidikan inklusif.
Peran Bunda Inklusi tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, setara, dan memberikan ruang bagi seluruh anak tanpa terkecuali.