PNL Career Fair 2nd 2026, Perkuat Konektivitas Talenta Vokasi dan Industri Menuju Pasar Kerja Global

5 Nov 2026 - 13:11
Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan PNL Career Fair 2nd 2026 bertajuk “Connecting Vocational Talent With Industry”, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, di Auditorium PNL.
1 dari 3 halaman

LHOKSEUMAWE, koranindependen.co  – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan PNL Career Fair 2nd 2026 bertajuk “Connecting Vocational Talent With Industry”, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, di Auditorium PNL.


 

Diselenggarakan melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, kegiatan ini menjadi instrumen strategis dalam memperkuat konektivitas antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemerintah. Lebih dari sekadar bursa kerja, PNL Career Fair dirancang sebagai ruang interaksi profesional yang mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, sekaligus mendorong penguatan daya saing sumber daya manusia vokasi pada tingkat nasional maupun internasional.


 

Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama PNL, Dr (C). Muhammad Arifai, S.E., M.Acc., Ak., CPTT., CIFRS., Ch.GFM., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak cukup hanya diukur melalui keberhasilan institusi menghasilkan lulusan, tetapi juga melalui kemampuan membangun jembatan yang efektif antara kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan peluang kerja yang berkelanjutan.


 

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian kualifikasi akademik, melainkan berlanjut pada penguatan relevansi kompetensi, aksesibilitas kesempatan kerja, serta kesiapan lulusan menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.


 

“Pendidikan vokasi harus mampu menghadirkan keterhubungan yang nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, Career Fair bukan semata-mata mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring profesional, memahami kebutuhan industri, dan memperluas peluang pengembangan karier lulusan,” ungkap Muhammad Arifai.


Ia menjelaskan bahwa PNL baru saja menyelenggarakan Wisuda ke-37 dengan mengukuhkan sebanyak 1.134 lulusan dari berbagai disiplin keilmuan dan kompetensi terapan. Capaian tersebut, menurutnya, sekaligus menghadirkan tanggung jawab institusional untuk terus memperluas akses transisi lulusan dari lingkungan akademik menuju dunia kerja.


 

Dalam perspektif pengembangan pendidikan tinggi vokasi, Muhammad Arifai memandang bahwa keberhasilan institusi perlu didukung oleh penguatan kemitraan industri, peningkatan relevansi kurikulum, serta penyediaan layanan pengembangan karier yang responsif terhadap perubahan kebutuhan tenaga kerja.


 

“Manajemen PNL memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Career Fair dan berharap kegiatan ini terus dikembangkan menjadi agenda institusional yang berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, instansi pemerintah, dan pihak sponsor yang telah berkontribusi dalam membuka ruang kolaborasi serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan,” ujarnya.


 

Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL sekaligus Ketua Pelaksana, Dr (C). Zulkarnaini, S.E., M.Si., Ak., CA., CIFRS., CPTT., Ch.GFM., dalam laporannya menjelaskan bahwa PNL Career Fair 2nd 2026 merupakan bagian dari upaya sistematis institusi dalam memperkuat layanan pengembangan karier dan meningkatkan aksesibilitas lulusan terhadap informasi serta kesempatan kerja.