PNL Career Fair 2nd 2026, Perkuat Konektivitas Talenta Vokasi dan Industri Menuju Pasar Kerja Global

5 Nov 2026 - 13:11
Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan PNL Career Fair 2nd 2026 bertajuk “Connecting Vocational Talent With Industry”, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, di Auditorium PNL.
3 dari 3 halaman

Safriadi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan keterampilan vokasi. Salah satu langkah yang disampaikan adalah penyediaan kesempatan pelatihan keterampilan bagi 1.500 peserta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.


 

Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Lhokseumawe untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal serta membangun koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah dalam penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja.


 

Menurutnya, keterbukaan informasi lowongan pekerjaan dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola ketenagakerjaan yang lebih inklusif, transparan, dan responsif.


 

Di samping itu, Safriadi mengingatkan bahwa pengembangan kewirausahaan juga perlu ditempatkan sebagai alternatif strategis dalam memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Lulusan pendidikan vokasi, menurutnya, memiliki modal keterampilan terapan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas usaha produktif dan bernilai tambah.


 

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui instansi terkait untuk terus mendukung kegiatan pengembangan karier dan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi serta dunia industri dalam meningkatkan kualitas dan penyerapan tenaga kerja.


 

PNL Career Fair 2nd 2026 sekaligus merepresentasikan penguatan paradigma pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lulusan siap kerja, tetapi juga pada pembangunan ekosistem talenta yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. Melalui interaksi langsung dengan industri, perguruan tinggi memperoleh ruang untuk memahami perkembangan kebutuhan kompetensi, sementara perusahaan mendapatkan akses untuk mengenali potensi sumber daya manusia terampil yang dihasilkan institusi pendidikan.


 

Melalui penyelenggaraan Career Fair yang kedua ini, PNL semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada kebermanfaatan dan dampak nyata bagi masyarakat.


 

Dari kampus menuju industri, dari kompetensi menuju produktivitas, dan dari talenta lokal menuju daya saing global, PNL terus membangun jembatan yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan masa depan dunia kerja. []