Kunjungan Kerja, Wakil Menteri Pertanian Kunjungi Kerja PT Pupuk Iskandar Muda

Redaksi 10 September 2021 | 07:13 18
Kunjungan Kerja, Wakil Menteri Pertanian Kunjungi Kerja PT Pupuk Iskandar Muda

Foto : Istimewa

ACEH UTARA | Koranindependen.co -- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, didampingi Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Nugroho Christijanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT. Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), 08/08/21.

Kunjugan Wamentan RI beserta rombongan tersebut disambut oleh Direktur Utama PT PIM Budi Santoso Syarif, Direktur Keuangan & Umum Rochan Syamsul Hadi, Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto, Dinas Pertanian Aceh Utara, serta Jajaran SVP PIM.

Selanjutnya melakukan tour ke Pabrik PIM I & II, sambil  meninjau langsung Gudang Pupuk Urea untuk melihat ketersediaan stok pupuk PT. PIM guna menyambut Musim Tanam II Tahun 2021 dan juga proyek NPK dan IMIA.

Menyangkut kondisi pabrik amoniak PT PIM I yang belum beroperasi, Wamentan Harvick, berharap dan mendukung agar dapat dioperasikan kembali, guna memenuhi kuota pupuk nasional, khususnya kebutuhan di wilayah pemasaran PT PIM.

“Salah satu tujuan pokok kunjungan saya ini adalah memenuhi intruksi presiden untuk meninjau langsung kondisi pabrik amoniak PIM I yang cukup lama tidak beroperasi, karena keterbatasan bahan baku gas, maka presiden meinta agar dapat spin up dan berproduksi kembali,” ujarnya.

Harvick juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menyaksikan sendiri bagaimana manajemen Pupuk Indonesia bersama PT PIM telah melakukan banyak hal dalam waktu singkat, untuk mengatasi permasalahan, terutama soal pasokan gas serta rencana pengembangan pabrik pupuk NPK dan lahan Iskandar Muda Industrial Area (IMIA).

Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Nugroho Christianto yang mendampingi wamentan menambahkan bahwa pihaknya telah mendapatkan Gas dalam bentuk LNG untuk memenuhi kebutuhan pupuk Urea. “Untuk pasokan gas, Alhamdulillah sudah relatif cukup terjamin dan dalam waktu dekat dapat digunakan" tutur Nugroho.

Direktur Utama PT PIM, Budi Santoso Syarif, saat mendampingi Harvick meninjau gudang pupuk bersubsidi dan non subsidi juga menyampaikan bahwa stok pupuk di PT. PIM saat ini sebesar 51.152 ton pupuk urea, sedangkan realisasi penyaluran hingga akhir Agustus 2021 sebesar 242.872 ton urea untuk seluruh wilayah pemasaran PT. PIM yaitu Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Kepri, Jambi, Kalteng, Kalbar, Kalsel,” ujar Budi.

Budi juga menambahkan bahwa kami membutuhkan bahan baku Gas sebesar 55 MMSCFD untuk satu pabrik. “Jika PIM I dihidupkan maka kebutuhan bahan baku gas dua kali dari sekarang, untuk itu kami berharap pemerintah tetap mendukung PT. PIM dalam kecukupan bahan baku gas untuk kebutuhan dua pabrik dengan harga kompetitif,” tambahnya

Direktur Keuangan & Umum PIM, Rochan Syamsul Hadi menambahkan bahwa PT. PIM juga  memasarkan produk non subsidi yaitu Pupuk Polivit dan NPK untuk mendukung kebutuhan petani.

“Maka saat ini PIM juga sedang membangun pabrik pupuk NPK Chamical kapasitas 500 ribu ton pertahun yang  insya Allah akhir tahun 2022 bisa berproduksi,” ujar Rochan. (Marzuki)