Pertandingan Futsal PK KNPI Gandapura Berakhir Ricuh

Redaksi 07 Januari 2022 | 11:38 25
Pertandingan Futsal PK KNPI Gandapura Berakhir Ricuh

BIREUEN | Koranindependen.co - Pertandingan Futsal yang di selenggarakan oleh PK KNPI Gandapura di Yang di selenggarakan di Krung Mane Aceh utara berakhir ricuh, Pertandingan yang mempertemukan antara tim futsal Cot Tufah Putra Vs Lingka Kuta pada hari, Kamis (6/1/2022).

Kericuhan tersebut terjadi pada saat pertandingan tinggal menyisakan waktu Lima menit terakhir, ketika tim Lingka kuta berhasil membobol gawang Cot Tufah Putra lewat lemparan sang kiper Lingka Kuta yang Sementumnya merupakan bola yang sudah mati (out) hingga skor menjadi 3-3 untuk Cot Tufah Putra. 

Namun wasit di pertandingan, Afrizal atau yang akrap di sapa Bayi meniup peluit dan menganulir goal yang dimaksukkan oleh tim Lingka Kuta. Wasit menilai bahwa Bola yang di lempar sang kiper sah dan tetap di hitung poin bagi tim Lingka Kuta Hal ini menuai protes keras dari tim Cot Tufah putra.

Atas keputusan wasit tersebut, tim futsal Cot Tufah Putra merasa keberatan, sehingga mereka menduga Afrizal sebagai wasit berpihak kepada tim Futsal Lingka Kuta.

Akibat hal tersebut juga, Riski Fauzi selaku menejer tim futsal mengatakan bahwa tidak mau melanjutkan pertandingan dan ia juga berujar bahwa pihak penyelenggara Turnamen Futsal PK KNPI Gandapura seperti tidak paham perayu Arab futsal atas kejadian tersebut yang dianggap sangat merugikan tim futsal Cot Tufah Putra.

"Keputusan wasit Afrizal tersebut telah merugikan tim Futsal Cot Tufah. Kami akan meminta bukti atau aturan yang telah di sepakati bersama tetapi peraturan tersebut tetap tidak bisa di buktikan secara tertulis yang di sepakati saat teknikal miting terjadi sebab ini tidak masuk akal, wasit Afrizal jelas telah merugikan tim kami," ujar Riski Fauzi.

Riski Fauzi juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat kecewa terhadap keputusan wasit tersebut terlebih lagi kurangnya ketegasan dari pihak panitia penyelenggara yang menyerahkan sepenuhnya kebijakan pada wasit seakan-akan mereka tidak memiliki wewenang dan tanggung jawab sama sekali atas jalannya pertandingan tersebut sedangkan mereka bertanggung jawab penuh atas jalanya pertandingan karena mereka pelaksa tegas Riski Fauzi. 


"Usai kericuhan tadi, kami sempat meminta kebijakan  dari panitia untuk tidak menghitung gol yang di hasilkan oleh lemparan bola mati dari penjaga gawang Lingka Kuta, tapi tidak menuai hasil yang di anggap merugikan pihak tim Cot Tufah putra tetapi wasit tidak mengizinkan karena dia beralasan peluit telah di tiup tanda gol telah sah. 

Tim Futsal cot tufah putra juga sempat meminta kedua tim untuk diskualifikasi karena peraturan nomor 6 yang berbunyi “ apabila terjadi keributan kedua tim akan di diskualifikasi ” tetapi pihak Lingka Kuta tidak menerima hal ini lah yang membuat seakan akan panitia dan wasit memihak terhadap tim Futsal Lingka Kuta.

Cot Tufah Putra Mundur dan meminta uang pendaftaran kembali karena di anggap pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dan menolak lanjut ke babak selanjutnya dikarenakan tidak puas terhadap keputusan tersebut dan tim Lingka kuta lolos ke babak berikutnya. []