AGC Aceh Serahkan Bantuan Presiden RI Kepada Pemkab Pidie

Redaksi 25 Juni 2020 | 07:32 1444
AGC Aceh Serahkan Bantuan Presiden RI Kepada Pemkab Pidie

Dok CM/Miswar

Pidie - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie menerima hibah 10 unit kendaraan roda 3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) melalui Aceh Green Conservation (AGC) Aceh pada Rabu (24/06/2020).

Serah terima motor operasional sampah ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie yang serahkan oleh Ketua Pembina AGC Aceh, Suhaimi Hamid yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah, T.M. Daud, turut disaksikan oleh Ketua Komunitas Pijay Gleeh dan Ketua AGC Pidie dan Pidie Jaya.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah T.M. Daud, mengucapkan terimakasih atas bantuan Bapak Presiden Jokowi melalui KLHK Dirjen Pengelolaan sampah yang telah menyerahkan 10 unit motor sampah, 10 unit tangki air bersih dan 10 unit mesin pompa air.

Lebih lanjut Wabub Pidie mengatakan, motor sampah ini akan kami gunakan untuk mewujudkan Gampong yang pro iklim (proklim) sebanyak-banyaknya di Kabupaten Pidie.

Untuk pengelolaan motor sampah ini akan kita serahkan sepenuh kepada Dinas Lingkungan Hidup, nantinya Kadis LH akan bekerja keras untuk mewujudkan Gampong Proklim di Kabupaten Pidie, ujarnya.

Bantuan motor sampah ini sangat bermanfaat, ini akan digunakan sebagai armada pengangkut sampah dilapangan “Kendaraan ini akan digunakan sebagai kendaraan operasional petugas sampah di lapangan,” kata Wabub.

Sementara itu, Ketua Pembina Aceh Green Conservation (AGC) Aceh Suhaimi Hamid mengatakan, dengan adanya bantuan motor sampah ini, merupakan awal kerjasama antara AGC dan Pemkab Pidie untuk mewujudkan “Pidie yang Gleeh”

Suhaimi berharap, kedepan dapat melakukan kerjasama pengelolaan kawasan, lingkungan hidup dan konflik satwa antara pemkab pidie dan AGC, katanya.

Kita perlu memperkuat dukungan terhadap program proklim dan kegiatan -kegiatan lain terkait pengelolaan kawasan dan konservasi sumber daya alam, ujar Suhaimi.

Kawasan konservasi harus lebih efektif, berkelanjutan dan melibatkan semua pihak yang berkepentingan untuk memperkuat upaya perlindungan terhadap satwa dan kerusakan hutan, katanya.

Suhaimi juga mendorong efektifitas upaya pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan dengan pelibatan aktif para pihak yang terkait, pungkas Suhaimi. (CM/Miswar)