Pimpinan Dayah Perbatasan, Paparkan Lembar Kerja

Redaksi 01 April 2021 | 13:18 17
Pimpinan Dayah Perbatasan, Paparkan Lembar Kerja

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah mendengarkan pemaparan Rais'am (Pimpinan Dayah) perbatasan dan calon Liaison Officer (LO) antara Pemerintah Aceh dengan Ulama di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Rabu (31/3/2021).

Banda Aceh - Rais’am atau Pimpinan Dayah Perbatasan Aceh memaparkan lembar kerja terkait aktifitas dayah perbatasan serta pelaksanaan Gerakan Bersih, Rapi, Estetis, dan Hijau (BEREH) di lingkungan dayah masing-masing, Rabu (31/3/2021).

Setidaknya ada lima dayah yang memaparkan laporan kerja, 1 diantaranya adalah dayah Hafidz Qur’an MUQ Pagar Air Kabupaten Aceh Besar dan 4 sisanya merupakan dayah perbatasan yaitu, Dayah Minhajussalama dari Kota Subulussalam, Manarul Islam Kabupaten Aceh Tamiang, Darul Amin Kabupaten Aceh Tenggara, dan Safinatussalamah Kabupaten Aceh Singkil.

Selain mendengarkan paparan Rais’am, pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah juga mendengarkan paparan lembar kerja 3 kandidat calon Liaison Officer (LO) Pemerintah Aceh dengan jajaran ulama bertempat di ruang Rapat Sekda Aceh.
Dalam arahannya, Taqwallah meminta kepada seluruh Rais’am untuk lebih meningkatkan kesadaran bersama tentang kebersihan dengan menerapkan BEREH di lingkungan dayah perbatasan.

“Ajak santri untuk bisa memiliki inisiatif untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar senantiasa bersih serta tanamkan jiwa BEREH pada santri,” kata Taqwallah.

Kebersihan, kata Taqwa, merupakan bagian penting dan hal utama yang harus diperhatikan umat muslim, sebab kebersihan merupakan merupakan modal awal dari hidup sehat. Oleh karena itu, dayah sebagai sarana pendidikan Islam harus lebih berinovasi, agar dapat menjaga kebersihan seluruh fasilitas dayah dan melakukan penghijauan di lingkungan pesantren.

“Tanam pohon, bisa itu bunga ataupun tumbuhan lainya. Dengan lingkungan yang hijau, bersih, nyaman dan tenang, proses belajar mengajar akan bisa berjalan efektif dan lancar,” ujar Taqwalah.

Selain itu, Taqwalah juga mengapresiasi para Rais’am di perbatasan yang telah bekerja keras mewarnai dunia pendidikan Islam Aceh, sehingga mereka mampu melahirkan santri-santri berprestasi yang mampu bersaing di kancah Internasional.

“Bangga dengan hadirnya dayah di perbatasan. Di tangan Bapak lah penyelamat kader islam,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memperat jalinan silaturrahmi antara pemerintah dan Ulama Aceh. Sekda mengungkapkan, akan menghadirkan pihak penghubung atau Liaison Officer yang nantinya akan bertugas untuk menjadi fasilitator atau penghubung antara umara dan ulama. Terutama dalam kaitan untuk mencegah terjadinya konflik.

Ia mengatakan, tugas utama LO ini nantinya untuk menghubungkan kedua belah pihak (Umara dan Ulama) untuk dan berkomunikasi dan berkoordinasi terkait permasalahan yang dihadapi. Sekaligus juga memastikan segala informasi tersampaikan dengan baik.

“Kalian hadir untuk cegah masalah, jadi kita akan lihat yang terbaik untuk menjadi mediator ulama dan umara,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Zahrol Fajri, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Setda Aceh Usamah El-Madny.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, agar terhindar dari penularan Covid-19.[Red/HPA]