Muspika Kecamatan Darussalam Tinjau Posko PPKM dan Lakukan Sosialisasi di Gampong Tanjung Selamat

Redaksi 21 Juni 2021 | 21:17 30
Muspika Kecamatan Darussalam Tinjau Posko PPKM dan Lakukan Sosialisasi di Gampong Tanjung Selamat

Foto : Istimewa

ACEH BESAR | Koranindependen.co -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Muspika Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, meninjau Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Skala Mikro (PPKM), dan melakukan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19 di Gampong Tanjung Selamat, Senin, (21/06/21).

Kegiatan peninjauan dan sosialisasi dipusatkan di Gedung Serbaguna desa setempat dihadiri oleh Camat, Burhanuddin, S.Sos.I, Kapolsek Iptu Burhan, Kepala Puskesmas dan nakes, Babinsa, Andi Adrian Adam, dan Taufik, M. Rizal, Babinkamtibmas Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam.

Diawali dengan pembukaan oleh Keuchik Gampong Tanjung Selamat, Salamun SH acara berlangsung secara lancar dan tertib mengikuti protokol kesehatan sesuai prosedur yang ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19 di Gampong Tanjung Selamat itu merupakan pilot project atau sebagai percontohan bagi 29 gampong lain yang ada di Kecamatan Darussalam.

"Terima kasih Pak sudah memilih Tanjung Selamat sebagai Gampong percontohan melakukan sosialisasi ini, kami siap pak bekerja sesuai dengan instruksi menteri, gubernur, bupati, dan camat juga," kata Salamun didampingi Sekdes Miswar, M.Ag.

Koordinator posko PPKM Kecamatan Darussalam yang langsung dipimpin oleh Kapolsek menjelaskan bahwa setiap desa/gampong diwajibkan adanya Posko yang memiliki tempat lebih representatif dengan mengacu pada pedoman yang ada.

"Wajib ada posko di setiap gampong dan satgas Covid-19 gampong memiliki data kependudukan yang dapat digunakan untuk melakukan tracer (pelacakan) bila terjadi kasus sesuai acuan," ujar Burhan.

Ia menambahkan, "ada tiga fungsi satgas Covid-19 gampong yaitu melakukan pencegahan, penanganan, dan pembinaan. Bila terjadi kasus diharapkan tim bisa langsung koordinasi untuk memudahkan pekerjaan di lapangan sesuai peran masing-masing." sambung Kapolsek. Sementara itu Camat Darussalam, Burhanuddin, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Gampong Tanjung Selamat, baik Keuchik dan perangkatnya, Tuha Peut beserta anggotanya yang telah menerima dan memberikan kesempatan bagi tim Muspika untuk melakukan kegiatan sosialisasi dengan sambutan yang sangat baik.

"Alhamdulillah kami sudah mengunjungi posko PPKM Gampong Tanjung Selamat dan Gampong Miruek yang sudah berjalan dengan baik sesuai instruksi."ujar Burhanuddin.

Terkait dengan anggaran untuk kegiatan satgas Covid-19 gampong, Burhanudin menyilakan Keuchik untuk memplot dana desa sebesar 8 persen untuk realisasi kegiatan yang tergolong tanggap darurat termasuk pandemi. Ini berdasarkan hasil kesepakatan dan arahan Bupati Aceh Besar.

"Silakan menggunakan dana desa sesuai keperluan, baik untuk operasional lapangan maupun untuk penanganan korban yang terkena covid dan harus isolasi mandiri dengan menyediakan sembako. Namun yang terpenting disertai pertanggungjawaban secara administrasi yang jelas." Burhanuddin menambahkan.

Dalam menangani kasus atau pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini, Burhanuddin berpesan kepada tim satgas agar mampu berkomunikasi secara baik dengan masyarakat agar mereka tidak tersinggung apabila menyampaikan satu informasi atau bila hendak menegurnya.

"Komunikasi secara baik sesuai situasi dan kondisi dengan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas ini, termasuk koordinasi dengan pihak terkait" katanya menekankan.

Senada dengan Kapolsek dan Camat, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Darussalam juga mengajak masyarakat agar menerapkan Prokes Covid-19 manakala melakukan kegiatan diluar dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan diri. Memang ada, sebagian anggota masyarakat yang tidak percaya bahwa virus Corona itu ada. Namu jika kita melihat fakta di lapangan, kasus terpapar Covid-19 semakin hari semakin naik grafiknya secara statistik.

"Ini membuktikan bahwa virus itu ada, meskipun tidak nampak," kata Kapus.

"Namun sebagai orang yang beriman kita wajib untuk berusaha dan berikhtiar untuk menjaga diri, selebihnya baru kita tawakal kepada Allah SWT," katanya lagi.

"Kita serahkan semuanya kepada Allah, Dia lah yang menentukan segalanya, tapi sebelum itu kita wajib berusaha lebih dahulu," tutur

Salah satu peserta sosialisasi yang mewakili anggota vmasyarakat Riza Mulia menanggapi, "pertama kali virus Corona booming di Indonesia khususnya di Aceh masyarakat muncul keraguan, apakah covid itu ada atau tidak. Namun akhirnya terbukti dengan banyaknya kasus."

Lalu, saat ini masyarakat pun kebingungan karena informasi yang mereka terima dengan fakta yang terjadi berbeda, misalnya soal larangan berkerumunan. Tetapi kenyataannya hal itu terus terjadi bahkan dilakukan oleh yang melarang pula. Contoh lain masalah pembatasan jam malam misalnya, hingga muncul nada sindiran masyarakat, apa Corona itu hanya muncul dimalam hari saja?

Setelah semua narasumber selesai melakukan pemaparan, acara pun berakhir. Peserta yang hadir selain dari unsur Keuchik dan Tuha Peut, juga ada kepala dusun, anggota Satgas Covid-19 gampong, unsur BKM, Pj Ketua Pemuda, dan perwakilan masyarakat. (*)