Melihat Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Redaksi 18 Mei 2020 | 22:38 121
Melihat Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Nurul Filma Anum

Oleh Nurul Filma Anum
Mahasiswi dari Universitas Ar-Raniry, Prodi Aqidah dan Filsafat Islam

Pada akhir tahun 2019 dunia sudah digemparkan oleh suatu virus yang menyebar sangat cepat yang berawal dari Wuhan, Tiongkok. Pada awalnya seluruh negara masih merasa aman dan baik-baik saja karena mereka tidak terlalu menganggap bahwa suatu virus flu tersebut itu sangat membahayakan, hingga kini tahun 2020 virus terebut masih merajalela keseluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia.

Virus ini lebih dikenal dengan coronavirus (Covid-19). coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius dari pada Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19. Covid-19 adalah penyakit menular yang  menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin. 

Bagi sebagian besar manusia Covid-19 adalah musibah yang sangat besar yang dialami diseluruh dunia pada saat ini, bagaimana tidak? Karena Covid-19 telah banyak merenggut nyawa manusia diseluruh dunia, menurut data WHO pada 17 Mei 2020 dari 216 Negara yang terkonfirmasi terkena coronavirus ini sebanyak 4.494.873 jiwa dan yang meninggal dunia 305.976 jiwa.

Di Indonesia sendiri 17.514 jiwa yang positif, 4.129 dinyatakan sembuh dan 1.148 jiwa meninggal. Karena penyebaran yang sangat cepat pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak beraktivitas diluar atau dengan kata lain mengisolasi diri dirumah masing-masing yang demikian agar memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut.

Hal tersebut dikarenakan penangkal atau vaksin dari virus tersebut belum ditemukan dan salah satu cara kita tidak terpapar virus tersebut adalah dengan tidak berada di tempat orang ramai yang memungkinkan diri kita terpapar Covid-19.

Tidak hanya himbauan untuk tidak kemana-mana (Lockdown) kita juga dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri, mulai dari hal kecil yaitu rajin mencuci tangan menggunakan sabun saat sebelum dan sesudah beraktivitas, menjaga kebersihan tubuh, menjaga kesehatan tubuh dengan gizi yang cukup, menerapkan etika batuk dan bersin baik dihadapan orang maupun ketika sedang sendiri dan dalam Agama Islam sendiri sudah mengajarkan para umat muslim untuk selalu menjaga wudhu yang demikian itu menjaga diri  dari virus yang menempel pada diri kita termasuk virus corona ini. 

Tapi, bisakah kita sebagai manusia melihat musibah ini dalam sudut pandang yang berbeda ? musibah seperti ini bisa kita lihat sebagai hikmah, apalagi kita masih berada dalam bulan puasa yang penuh berkah dan rahmat dari Allah Swt.

Covid-19 sudah mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga kebersihan yang selama ini selalu kita sepelekan dan sangat malas menjalankannya, tapi karena adanya Covid-19 manusia sadar betapa pentingnya kebersihan itu,

Setiap tempat seperti kantor Pos, Bank, mesin ATM, kantor desa, serta pusat perbelanjaan seperti swalayan selalu menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Menjaga kebersihan juga saat berdampak pada keadaan bumi yang sekarang menjadi lebih baik, polusi udara di kota-kota besar menurun dan menjadikan udara lebih bersih dan sehat. 

Kemudian seperti yang kita ketahui bahwa pada bulan Ramadhan ini menjadi lebih bermakna bagi para perantau yang menuntun ilmu jauh dari keluarga selalu memimpikan sebulan penuh melakukan ibadah puasa bersama keluarga tercintanya. Banyak dari kita selalu mengeluh dengan adanya anjuran tidak kemana-mana, seolah-olah tidak ada aktivitas yang bermanfaat yang dapat dilakukan ketika dirumah saja bersama keluaga.

Para orang tua juga melahirkan kesadaran kembali bahwa kedekatan dan keakraban keluarga sangat penting untuk anak-anak mereka yang biasanya selalu kurang mendapat perhatian terlebih lagi pada masalah pendidikan di keluarga, bahwa peran orang tua dalam mendidik anak adalah kewajiban yang utama dan pertama.

Selain itu ibadah dirumah juga tidak mengurangi kekhusyuk-an seperti di masjid, bahkan kita bisa melakukan lebih banyak ibadah dan amal shaleh bersama keluarga. Tidak hanya itu, adanya musibah ini menyadarkan manusia memunculkan solidaritas sosial yang tumbuh dikalangan masyarakat seperti kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas masyarakat.

Itulah beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari musibah ini. Banyak kejadian yang menyedihkan yang kita alami, tapi tidak menutup kemungkinan apabila kita melihat dari sudut pandang yang positif, pasti setiap ada musibah akan adanya hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran yang berguna.

Karena kita sebagai umat Muslim percaya bahwa rencana dari Allah akan indah untuk kehidupan manusia kedepannya. Dan yang utama bagi kita semua adalah jangan lupa untuk selalu beribadah, tetap berpikiran positif, menjaga kesehatan dan terus berbuat baik selagi diri kita mampu melakukannya. Dan semoga jelang Idul Fitri ini kita meraih kemenangan dan juga kebebasan dari musibah Covid-19 ini. Nah!