Institut Kesehatan AS Setop Uji Klinis Hidroksiklorokuin

Redaksi 21 Juni 2020 | 07:11 1166
Institut Kesehatan AS Setop Uji Klinis Hidroksiklorokuin

Dokter menguji staf rumah sakit dengan gejala seperti virus corona (COVID-19) di tenda-tenda yang didirikan sebagai rumah sakit darurat, di Bronx, New York, Amerika Serikat, Selasa (24/3/2020)

Washington - Institut Kesehatan Nasional (NIH) AS pada hari Sabtu (20/6/2020) menghentikan uji klinis hidroksiklorokuin karena tidak berpengaruh terhadap pasien Covid-19.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS menghentikan izin darurat penggunaan obat antimalaria itu pada hari Senin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan obat itu dari studi globalnya pada Rabu lalu.

"Dewan pengawas data dan keselamatan melakukan rapat Jumat kemarin dan menyatakan, walaupun tidak berbahaya, hidroksiklorokuin sangat kecil manfaatnya bagi pasien Covid-19," kata pernyataan NIH.

Obat itu digunakan untuk kasus malaria dan radang sendi. Sebelumnya obat ini disambut baik oleh banyak orang karena hasil studi menunjukkan bermanfaat bagi pasien Covid-19.

Namun, dalam penelitian yang lebih komprehensif menunjukkan bahwa obat tersebut tidak bermanfaat, malah menyebabkan gangguan jantung di beberapa pasien. Studi yang dipublikasikan New England Journal of Medicine menyebutkan obat itu tidak lebih baik dari obat placebo yang digunakan untuk mencegah infeksi Covid-19.

Presiden AS Donald Trump bahkan sempat mengonsumsi rutin hidroksiklorokuin selama dua minggu bulan lalu, tetapi sudah berhenti setelah diperingatkan dokter akan efek sampingnya.

Hingga saat ini, tidak ada obat yang disetujui FDA untuk Covid-19, yang telah menjangkiti lebih dari 8,6 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 460.000 lebih meninggal dunia.

Sumber : CNBC.com
Dikutip Oleh : Bilhakki