Mahasiswa Politeknik Kutaraja Dibekali Materi Kebangsaan dan Bela Negara 

Redaksi 07 November 2019 | 08:24 22
Mahasiswa Politeknik Kutaraja Dibekali Materi Kebangsaan dan Bela Negara 

Ist

Koran Independen, Banda Aceh. - Menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini telah mengharuskan mahasiswa memiliki rasa nasionalisme tinggi. Di satu sisi globalisasi dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju dan berkompetisi dengan negara-negara lain di dunia. Namun di sisi lain jiwa kebangsaa7n dan cinta tanah air generasi muda terutama mahasiswa dapat tergerus. 

Pernyataan diatas disampaikan oleh narasumber dari Rindam IM Mata Ie dengan materi wawasan kebangsaan dan bela negara bagi mahasiswa Politeknik Kutaraja di auditorium kampus setempat pada, Selasa, 5/11/2019.

Bagaimana tidak? Semangat globalisasi sebenarnya lebih mementingkan kepentingan negara maju ketimbang negara-negara berkembang. Termasuk dalam hal budaya dan pertahanan keamanan nasional. Sehingga terkesan kepentingan nasional sebuah jadi terancam. 

Penilaian tersebut tidak semuanya salah, bahkan menurut Danrindam Iskandar Muda yang diwakili oleh Kapala Urusan Umum Dodik Bela Negara Kapt Arm Donni Arisandi, SH warga negara Indonesia wajib memiliki sikap patriotisme dalam menjaga dan membela kedaulatan bangsa ditengah-tengah ancaman global.

Sikap patriot diperlukan untuk menangkal ideologi luar yang mungkin tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Sehingga Indonesia tetap berdiri kokoh karena nilai-nilai Pancasila masih terjaga dengan baik dan bahkan diharapkan nilai-nilai tersebut bisa membawa pengaruh positif bagi perdamaian dunia dan kesejahteraan bangsa-bangsa lain. 

"Mahasiswa perlu memiliki rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan sikap bela negara dalam wujud prilaku sehari-hari. Masing-masing kita dapat memberikan peran dan kontribusi bagi negara sesuai dengan fungsi masing-masing". Kata Donni Arisandi. 

Materi wawasan kebangsaan serta bela negara ini salah satu mata kegiatan penting Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) bagi mahasiswa baru Politeknik Kutaraja. Kegiatan ini semacam orientasi untuk mengenalkan lebih dekat kehidupan sivitas akademika agar mereka memahami secara benar tentang dunia kuliah dan pendidikan tinggi. 

Lebih lanjut Donni menerangkan bahwa sebagai mahasiswa generasi pemimpin selanjutnya harus memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian tinggi terhadap sekeliling terutama terhadap sesama. Sebab kepedulian merupakan wujud rasa cinta terhadap bangsa dan negara. 

Selain memberikan materi wawasan kebangsaan, Donni juga memberikan materi softskill berupaya motivasi-motivasi kepada adik-adik mahasiswa baru. Bahkan ia menekankan "setiap mahasiswa perlu memiliki cita-cita dan tujuan yang jelas dalam hidupnya agar perjuangan menjadi lebih terarah dan fokus. Ini penting". Begitu terang Donni. 

Materi ini sangat menarik bagi mahasiswa dan mereka terlihat antusias untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Menarik karena penyampaian materi juga dengan memutar film-film yang menggugah emosional pada peserta. Sehingga tidak menoton alias membosankan. 

Donni Arisandi juga tak lupa mengingatkan mahasiswa agar cinta dan hafal lagu-lagu kebangsaan sebagai wujud cinta tanah air seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Menurut pemateri yang sering mengisi kuliah umum wawasan kebangsaan tersebut saat ini banyak anak-anak muda yang tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi jiwa patriotisme dan nasionalisme. 

Oleh karena itu ia mengingatkan agar para mahasiswa senantiasa dapat terus belajar dan menumbuhkan rasa cinta tanah air agar negara dan bangsa ini semakin kuat dan disegani oleh negara-negara lain di dunia di masa yang akan datang. (Red/Ham)