Dilema Pendidikan di Musim Pandemi

Redaksi 23 Juli 2020 | 21:03 111
Dilema Pendidikan di Musim Pandemi

Cut Siti Maisyarah Mahasiswi Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah IAIN Langsa

Oleh Cut Siti Maisyarah
Mahasiswi Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah IAIN Langsa

Pendidikan bukanlah satu hal yang dapat dipertaruhkan karena keadaan sebab ini menyangkut tentang masa depan anak bangsa. Pandemi yang masih belum berakhir akhirnya mengubah semua sistem.

Belajar mengajar yang tadinya terarah dan terstruktur melalui proses tatap muka di lembaga-lembaga pendidikan menjadi tidak lagi berdaya, siswa-siswi harus belajar daring di rumah dengan segala keruwetannya dari mulai proses jaringan internet dan Kouta belum lagi harus memiliki Android yang mendukung proses pembelajaran. 

Situasi pandemi seperti ini semua pihak ingin mencari solusi yang terbaik untuk menjadikan pendidikan bisa berjalan semestinya.

Pemerintah mencanangkan pendidikan di new normal menurut aturan-aturan dan itu adalah sebuah hal yang patut diapresiasi, tetapi tidak menutupi pula kegelisahan para orang tua di rumah bagaimana pendidikan dapat berjalan dengan baik apabila wabah masih ada. 

Kita menyadari juga yang kita hadapi adalah sesuatu sumber yang tidak nampak yaitu virus, kita baru menyadari keberadaannya dekat dengan kita apabila sudah ada orang-orang terdekat kita terkena virusnya.

Hal ini membuat sebagian orang tua masih was-was melepaskan anaknya bersekolah seperti biasa dan hal ini juga menjadi dilema bagi orang tua apabila anak-anaknya terus di rumah. 

Maka hal penting yang harus kita ketahui adalah pendidikan itu bukanlah hanya sekadar di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan saja sebagaimana Anies Baswedan sebagai mantan menteri pendidikan menyebutkan bahwa pendidikan bukan hanya di atas kertas,

Namun pendidikan merupakan penumbuhan karakter dalam pribadi seseorang untuk mewujudkan perilaku hidup yang lebih baik. 

Orang tua di rumah harus juga lebih proaktif dalam membersamai mendidik generasi penerus mereka di rumah. Optimalisasi pendidikan karakter tentang sopan santun, kejujuran, harus lebih ditanamkan dalam jiwa setiap anak. 

Karena dengan itu bekal mereka menjalani kehidupan di dunia dan bekal mereka sebagai pemimpin masa depan bangsa ini. Nah !
(DN)