Tak Ada Kejelasan dari Pihak Kampus, Panitia KIPM IAIN Takengon 2021 Undur Diri

Redaksi 04 Februari 2021 | 18:24 29
Tak Ada Kejelasan dari Pihak Kampus, Panitia KIPM IAIN Takengon 2021 Undur Diri

elaksanaan PEMIRA IAIN Takengon berakhir ricuh, beberapa waktu lalu ketua KIPM menjadi korban kekerasan salah satu dari tim sukses , hingga kini keadaan masih dalam perawatan karena merasakan trauma yang mendalam.

Takengon, Pelaksanaan PEMIRA IAIN Takengon berakhir ricuh, beberapa waktu lalu ketua KIPM menjadi korban kekerasan salah satu dari tim sukses , hingga kini keadaan masih dalam perawatan karena merasakan trauma yang mendalam. Kamis, 4 Feb 2021

Berikut isi surat pernyataan yang dilayangkan panitia :

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Kami selaku panitia KIPM tahun 2021 secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari kepanitiaan KIPM tahun 2021.

 Hal itu dilakukan karena alasan:
1. Telah terjadi intimidasi berupa pemukulan fisik terhadap ketua KIPM yang dilakukan oleh salah satu pendukung paslon,
2. Menghindari intimidasi lanjutan dari siapapun,
3. Kekhawatiran untuk tidak independen dalam putusan karena alasan 1 dan 2 di atas.

Dikarenakan kami telah mengundurkan diri maka kami berlepas tangan dari segala hal yang berkaitan dengan PEMIRA Calon Ketua DEMA tahun 2021.

Demikian surat pengunduran dari kepanitiaan KIPM ini dibuat dengan sebenar-benarnya  tanpa paksaan dari pihak manapun.

Terima kasih atas perhatiannya.

Selain surat pengunduran diri, panitia KIPM juga melayangkan pernyataan sikap yang di tujukan kepada pihak rektorat , berikut isi surat pernyataan nya :

Sehubungan dengan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh salah seorang pendukung pasangan calon dalam PEMIRA 2021 maka kami atas nama panitia KIPM 2021 dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut :

1.    Intimidasi berupa pemukulan fisik yang dilakukan oleh salah seorang pendukung pasangan calon sangat merugikan KIPM, terutama ketua KIPM sebagai korban,
2.    Intimidasi tersebut menyebabkan ketua KIPM mengalami luka fiisk dan trauma yang mendalam,
3.    Kami selaku KIPM menuntut pelaku intimidasi dijatuhkan sanksi pidana,
4.    Dengan adanya kejadian yang mencoreng demokrasi kampus maka kami sebagai panitia KIPM dengan ini menyatakan mundur secara terhormat tanpa memutuskan pemenang dari PEMIRA ini karena kami beranggapan bahwa PEMIRA ini berjalan tanpa mengikuti aturan yang telah disepakati sebelumnya (inkonstitusional)

"Bahwa pihak mererka tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul setelahnya." sebut sumber dari PEMIRA IAIN Takengon. (Red/Dok)