TERKAIT KTT G20 ANJUNGAN ACEH DI TMII DIREVITALISASI

Redaksi 20 Juli 2022 | 21:54 252
TERKAIT KTT G20 ANJUNGAN ACEH DI TMII DIREVITALISASI

Sekda Aceh Taqwallah didampingi Kadis Perkim Aceh Muhammad Adam dan Kepala BPPA Akkar Arafat, meninjau Anjungan Aceh di TMII, Jakarta (19/7/2022). Insert: Pesawat Indonesian Airways RI-001.

Jakarta – Menindak-lanjuti arahan Pj. Gubernur tentang revitalisasi Anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr. Taqwallah, M.Kes., bersama Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh Muhammad Adam, S.T., M.M., dan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Akkar Arafat, S.STP., M.Si., mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi Anjungan Aceh di TMII, Jakarta.

Usai melakukan zikir pagi, sambil melakukan gotong royong bersama dengan para ASN yang bekerja di lingkungan BPPA itu, Sekda Taqwallah langsung menginventarisir berbagai hal yang diperlukan untuk memastikan revitalisasi Anjungan Aceh di TMII tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Kita identifikasi apa saja kebutuhan utama dan penting untuk segera direnovasi sampai akhir bulan Juli ini,” kata Taqwallah, Selasa (19/7).

Beberapa waktu lalu Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meminta partisipasi para Gubernur untuk memugar dan merevitalisasi anjungan daerahnya masing-masing di TMII, termasuk Anjungan Aceh, sebagai salah satu tempat rangkaian acara kegiatan pra-peluncuran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di TMII mulai akhir Agustus 2022 nanti.

Sedangkan puncak acara penyelenggaraan  KTT G20 itu sendiri akan berlangsung di Bali pada tanggal 15-16 November 2022 mendatang. 

Memeriksa pesawat Indonesian Airways

Dalam gotong royong bersama, Sekda Aceh ikut memeriksa keadaan pesawat Indonesian Airways yang dipajang di halaman Anjungan Aceh tersebut. Pesawat yang merupakan cikal-bakal penerbangan sipil Indonesia itu dibersihkan agar terlihat indah dan menarik.

Menurut riwayatnya, keberadaan pesawat tersebut tidak dapat dilepaskan dari sumbangan dana dan pengumpulan harta-benda Rakyat Aceh untuk membeli pesawat Dakota yang diberi nomor Register RI-001, yang kelak dikenal dengan pesawat Indonesian Airways RI-001 Seulawah itu.

Dalam pengumpulan dana Dakota tersebut, Presiden Sukarno berpidato pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Aceh, Kuta Raja. Pidato yang disampaikan dengan berapi-api sambil meneteskan air mata itu mampu menggugah semangat juang Rakyat Aceh, sehingga bersedia untuk menyumbangkan dana dan harta-bendanya, untuk membeli pesawat pendukung perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang masih berusia muda itu. [ral]