Gempur Aceh Utara Observasi ke Lapangan, Ini Dia Temuannya

Redaksi 08 Agustus 2019 | 09:57 120
Gempur Aceh Utara Observasi ke Lapangan, Ini Dia Temuannya

Foto Istimewa

Koran Independen, Aceh Utara. Aliansi Gerakan Masyarakat Pase Peduli Air (GEMPUR) Aceh Utara turun langsung ke lapangan tempat operasi PT. RPPI di kawasan Geuredong Pase, Rabu (7-08-19)

Beberapa perwakilan lembaga yg bergabung dalam aliansi GEMPUR yang di komandoi oleh kordinator GEMPUR sendiri, Musliadi Salidan melihat langsung keadaan hutan di area operasi PT. RPPI yang sudah ditebang.

"Tujuan kami ke lokasi karana adanya dugaan pelanggaran hukum IUPHHK – HTI PT. RPPI yang saat ini sedang menjadi isu hangat di masyarakat." ucap Musliadi saat ditanyakan pers.

Setelah upaya investigasi mereka lakukan dengan cara turun langsung ke lokasi ePT.RPPI mereka akan melakukan upaya advokasi untuk pencabutan izin PT.RPPI tersebut karna dugaan adanya izin yang diberikan melanggar hukum dan Keberadaan IUPHHK – HTI PT. RPPI berdampak
terhadap:

1. Terjadi krisis air bagi kebutuhan hidup warga 264.920 jiwa yang memiliki 
ketergantungan sumber air pada DAS Krueng Mane dan Krueng Pase. 
Karena area izin PT. RPPI berada di kawasan hulu kedua DAS tersebut 
yang memiliki fungsi penyedia air bagi 13 kecamatan, dari 27 kecamatan 
yang ada di Aceh Utara. Selain untuk kebutuhan konsumsi, ketersediaan air 
juga untuk kebutuhan pertanian sawah, setidaknya luas sawah irigasi dalam 
kedua DAS dimaksud mencapai 17.288 Ha. Dengan rincian, DAS Krueng 
Pase memiliki sawah irigasi 8.325 ha, serta DAS Krueng Mane 8.963 ha.

2. Hilang/mengganggu habibat satwa liar dan dilindungi, karena secara umum 
satwa tersebut berada di luar Daerah Perlindungan Satwa Liar dalam area 
izin PT. RPPI.

3. Hilangnya sumber ekonomi warga dari hasil hutan non kayu

4. Hilangnya lahan atau wilayah kelola masyarakat akibat dari tumpang tindih 
lahan dengan PT. RPPI.

5. Terjadinya bencana alam, karena sesuai dengan tata ruang Kabupaten 
Aceh Utara, kawasan IUPHHK – HTI PT. RPPI merupakan kawasan rawan bencana level menengah dan tinggi.

Kedatangan Tim GEMPUR ke lokasi di sambut oleh pihak PT. RPPI, selanjutnya GEMPUR melakukan komunikasi mengenai keterangan PT.RPPI. 

"Kami akan menghentikan dulu operasi penebangan, dan akan melanjutkan setelah adanya upaya sosialisasi ke masyarakat tentang PT. RPPI", ungkap salah satu pegawai perusahaan.

Musliadi menambahkan kami berharap kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif agar dapat mencari solusi dalam permasalahan yang sedang terjadi saat ini, baik dari adanya dugaan pelanggaran hukum atas izin yang di berikan oleh pemerintah Aceh, dan dampak yang akan terjadi terhadap kerusakan hutan,krisis air,dan punahnya satwa, jika oprasi PT.RPPI ini terus berlanjut, ini bukan permaslahan yang spele ini mengenai hajat hidup orang banyak. (Red)