TSBG Lancang Paru, Pidie Jaya dan PKPA Gelar Simulasi Bencana

Redaksi 22 Agustus 2019 | 14:55 73
TSBG Lancang Paru, Pidie Jaya dan PKPA Gelar Simulasi Bencana

Simulasi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami di Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, (22/8/19) Foto Istimewa

Koran Independen, Pidie Jaya. - Aceh secara geologis terletak di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, serta berada dibagian ujung patahan Sumatera yang membelah Pulau Sumatera dari Aceh sampai selat Sunda. Hal ini menyebabkan Aceh memiliki catatan geologi yang cukup panjang, terjadinya bencana tsunami, gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor.

Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang telah memulai beberapa tahapan kegiatan pada proyek RESILIENT ACEH untuk Membangun Ketangguhan Komunitas Masyarakat melalui Pemulihan Ekonomi dan Manajemen Pengurangan Risiko Bencana mulai memasuki tahapan kegiatan pelatihan selanjutnya yaitu Simulasi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami.

Hasil dari identifikasi data kejadian bencana di Gampong Lancang Paru kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya antara lain gempa bumi yang diikuti tsunami akhir tahun 2004, angin puting beliung tahun 2008 dan gempa bumi akhir tahun 2016, disamping gempa bumi yang banyak menelan korban jiwa masih banyak kejadian gempa bumi dengan kekuatan dibawah 5,00 SR. Oleh karena itu, kejadian bencana di Gampong Lancang Paru telah memberikan catatan simpulan penting terkait dengan kegiatan pelatihan Simulasi Gempa Bumi berpotensi Tsunami.

Setidaknya ada 400 peserta yang terdiri dari masyarakat gampong Lancang Paru, Siswa-siswa SD Lancang Paru, Tim Siaga Bencana Gampong (TSBG), PMI, TNI, POLRI, BPBD, Puskesmas, Aparat Desa dan Wartawan. Selanjutnya ke 400 peserta menggelar pelatihan simulasi gempa bumi berpotensi tsunami dapat menjadi agen dalam hal pengurangan risiko bencana. di Desa Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru. kabupaten Pidie Jaya, Kamis, 22 Agustus 2019.

Setidaknya nanti masyarakat dapat menyelamatkan diri dan anggota keluarga sewaktu-waktu ancaman bencana terjadi. Selanjutnya masyarakat bersama dengan Tim Siaga Bencana Gampong dapat berkolaborasi dengan beberapa instansi dan lembaga terkait dalam hal pengurangan risiko bencana.

"Tujuan yang diharapkan dari kegiatan Simulasi Gempa Bumi berpotensi Tsunami, adanya peserta pelatihan dari Masyarakat Lancang Paru, TSBG, TNI, POLRI, PMI dan BPBD serta Lembaga dan Komunitas Kebencanaan lainnya." Ujar T. Satria Mahmud, Representative PKPA Aceh.   

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari bersama 30 Pengurus Tim Siaga Bencana Gampong dan 25 peserta dari instansi dan lembaga terkait.

Diharapkan dari tujuan dari agenda simulasi ini adalah adanya kerjasama antara Masyarakat Lancang Paru bersama TSBG, TNI, POLRI, PMI dan BPBD dalam hal pengurangan risiko bencana di gampong Lancang Paru, Pidie Jaya dan Untuk meningkatkan kapasitas TSBG dan masyarakat Lancang Paru dalam hal pengurangan risiko bencana sehingga akan melahirkan  desa tangguh bencana. (Red/TRDC)