Donald Trump "Murka" Kampanyenya Sepi

Redaksi 22 Juni 2020 | 09:01 1699
Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato dalam kampanye publik di gedung BOK Center, Tulsa, Oklahoma, 20 Juni 2020. In merupakan kampanye publiknya yang pertama sejak pandemik virus corona. (Foto: AFP)

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump "marah" karena kampanyenya di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu (20/6/2020) waktu setempat sepi pendukung. Demikian dilaporkan CNBC mengutip sumber-sumber internal Gedung Putih.

Seorang sumber mengatakan, sebelum kampanye dimulai, Trump sudah murka pada tim kampanyenya karena membiarkan informasi enam anggota tim peninjau lokasi kampanye dites positif Covid-19, salah satunya adalah anggota Paspampres (Secret Service). Trump marah karena informasi itu mendominasi berita menjelang kampanye akbarnya.

Sebelumnya Trump sesumbar pendukungnya akan memenuhi BOK Center yang berkapasitas 19.000 orang. Tetapi pada hari H, hanya 6.200 pendukung yang datang, menurut petugas pemadam kebakaran setempat. Tim kampanye bahkan berencana menyiapkan area khusus di luar venue jika terjadi kelebihan kapasitas. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena hanya puluhan pendukung yang datang menjelang acara dimulai.

"Dasar-dasar politik, pasang target rendah (under-promise) lalu lebihi target (over-deliver)," kata salah seorang teman Trump yang berusaha menjelaskan kesalahan tim kampanye.

Apa yang terjadi adalah sebaliknya. Kampanye Trump over-promise dan under-deliver. Manajer kampanye Trump, Brad Parscale, sebelumnya mengatakan hampir 1 juta orang menyatakan akan datang ke acara kampanye di Tulsa. Untuk sementara waktu, posisi Parscale aman, dia belum dipecat.

Bulan lalu, survei elektabilitas menunjukkan Trump tertinggal dari kandidat Partai Demokratik Joe Biden. Parscale pun ditegur karena kinerjanya yang buruk dan seorang deputi ditugaskan untuk membantu Parscale.

Dengan Pilpres AS yang akan berlangsung lima bulan lagi, tim Trump tampaknya belum memiliki pesan yang dapat menjangkau publik tentang kenapa dia layak terpilih lagi. Sebaliknya, Biden terus menyerang Trump dengan isu penanganan Covid-19.

Sumber : CNBC
Dikutip Oleh : Bilhakki