Pemkab Aceh Timur Perketat Jaga Perbatasan Antisipasi Covid-19

Redaksi 30 Juni 2020 | 09:12 17
Pemkab Aceh Timur Perketat Jaga Perbatasan Antisipasi Covid-19

Dok Dedi

Aceh Timur, Pemkab Aceh Timur melalui Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Aceh Timur memperketat penjagaan seluruh penduduk yang keluar masuk ke Aceh Timur untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19.

“Sebagai upaya melindungi penduduk, maka kita memperketat penjagaan di garis perbatasan, baik di perbatasan Aceh Utara ataupun perbatasan Aceh Timur dengan Kota Langsa,” kata Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur Syahrizal Fauzi di sela-sela pemeriksaan supir truk dan angkutan umum di perbatasan Aceh Timur – Kota Langsa, di Birem Bayeun.
 
Bukan hanya supir, namun seluruh penumpang tujuan Aceh Timur juga diperiksa. Bahkan petugas juga memberhentikan seluruh kendaraan dari luar Aceh, baik roda empat ataupun roda dua.

“Awalnya kita melakukan pemeriksaan yang naik dan turun di terminal. Tapi karena kasus demi kasus pandemi COVID-19 ini terus meningkat di Aceh,

Maka perbatasan Aceh Timur dengan dua kabupaten/kota yang bertetangga yang juga termasuk zona merah harus kita perketat,” kata Syahrizal.
 
Langkah memperketat perbatasan dianggap perlu, lanjutnya, sehingga tim gugus tugas dapat mendeteksi penyebaran virus COVID-19.

Bahkan, pihaknya ikut membagikan masker gratis terhadap seluruh pengguna jalan dan penumpang umum. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran.

“Agar tidak terjangkit, kita berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) seperti mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga pola hidup sehat.

Mudah-mudahan kita di Aceh Timur tidak ada yang positif COVID-19, amin,” tutur Syahrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur Sahminan mengatakan tim gugus tugas setempat telah mendirikan pos di sejumlah titik seperti di Madat, Bayeun, Idi Rayeuk dan Julok.

“Bahkan setiap pos juga ikut disediakan tempat karantina sementara, sehingga disaat terdeteksi gejala wabah COVID-19 langsung dikarantina sebelum dijemput tim khususnya dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” katanya./Dedi