Guru, Si Profesi Yang Unik

Redaksi 25 November 2021 | 19:29 63
Guru, Si Profesi Yang Unik

Ummi Kalsum Khairani, S.Ag, MA
Guru PAI SMKN 1 Karang Baru


OPINI | Koranindependen.co - Hari ini, 25 November 2021 merupakan “Hari Guru”, secara nasional semua guru merayakan hari ulang tahunnya ke 76. Karena itu, penulis ingin menyampaikan kalimat “ Selamat Ulang Tahun Guru “, Semoga “ Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dengan semangat untuk “Menolak Menyerah Karena Corona”

Guru, merupakan salah satu profesi penting yang sangat dibutuhkan negara,  dalam pengertian UU nomor 14 Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Berdasarkan pengertian di atas, penulis akan memberikan analisa terhadap  tugas utama “ Si Profesi yang Unik “ ini,
Di mulai dari pengertian pendidik profesional, yaitu orang yang memiliki pekerjaan “mendidik”, dan menjadikan pekerjaan pendidik itu  sebagai sumber penghasilan kehidupannya, yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Adapun tugas utamanya, adalah:

1. Mendidik menurut KBBI adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

2. Mengajar menurut KBBI adalah memberi pelajaran
Membimbing menurut KBBI adalah memberi penjelasan lebih dulu

3. Mengarahkan menurut KBBI adalah membimbing (memberi petunjuk)

4. Melatih menurut KBBI adalah mengajar seseorang dan sebagainya agar terbiasa (mampu) melakukan sesuatu; membiasakan diri (belajar)

5. Menilai menurut KBBI adalah memperkirakan atau menentukan nilai.

Mengevaluasi menurut KBBI adalah memberikan penilaian
Tugas utama guru yang telah diuraikan pengertiannya di atas, di mulai dari kegiatan mendidik terlebih dahulu dan diakhiri dengan tugas mengevaluasi. Dalam tugas mendidik, proses terikat yang harus dilakukan guru adalah mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan kemudian berakhir pada kegiatan mengevaluasi.

Kesemua tugas tersebut jika dikaji dari kebahasaan, merupakan kata kerja yang telah diberikan imbuhan me-, yang memiliki fungsi memperkuat makna untuk melakukan suatu pekerjaan.

Tugas guru yang “Tidak Biasa” inilah yang penulis sebut sebagai “Profesi Unik”,  dengan pernyataan, seharusnya “Tuntutan Tugas” yang diberikan sesuai dengan “Si Penerima Tugas”. Atau dengan kata lain, “seharusnya” tugas guru yang mulia diemban oleh sosok guru yang mulia.

Guru melakukan proses mendidik, ini berarti sebelum mendidik guru harus dididik terlebih dahulu oleh lembaga pendidikan yang menjamin bahwa guru tersebut “layak” untuk mendidik orang lain dalam hal ini peserta didik, kelayakan yang dimaksud adalah pantas dari segi kepribadian dan keilmuan.

Guru melakukan proses mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Hal ini memberikan pengertian seorang guru harus profesional, sehingga mampu memberikan pembelajaran sesuai bidang studinya, mampu mengarahkan peserta didik sesuai petunjuk ajarnya, mampu memberikan latihan sehingga peserta didik terbiasa, mampu menilai secara obyektif terhadap hasil kerja peserta didik, dan mampu mampu memberikan evaluasi, yang bukan hanya mengevaluasi hasil peserta didik, namun juga mengevaluasi kegiatan guru selama proses mendidik dilakukan, sehingga dapat diukur keberhasilannya, apakah sudah maksimal atau harus dilakukan perbaikan ?.

Dengan dua kriteria penting di atas, maka layaklah guru mendapat slogan “Digugu” karena kepribadiaannya yang mulia, “Ditiru” karena keilmuannya yang mumpuni, dan mendapatkan gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, karena seorang guru mampu memotivasi generasi bangsa ini untuk bergerak maju di seluruh bidang, meraih cita-cita tertinggi untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Profesi unik seorang guru tidak berhenti pada saat anak “dari belum tahu menjadi tahu”, tetapi terus berlanjut “dari tidak sadar menjadi sadar”, bahkan tujuan terbaiknya adalah ketika seorang anak  mengalami perubahan yaitu “dari belum berubah menjadi berubah lebih baik”. Inilah tugas terberat seorang guru, untuk menanamkan nilai dan karakter baik,  yang diharapkan tetap melekat menjadi pribadi baik sampai peserta didik meraih cita-citanya sehingga menjadi orang sukses di negeri ini. 

Profesi unik ini yang menghantarkan guru pada pengabdiannya tanpa batas, baik tempat dan waktu.  Karena itu, “Guru” Terimakasih atas segala pengabdiaanmu, dan “Selamat Hari Guru”