Mengelola Hati

Redaksi 30 Desember 2021 | 04:35 40
Mengelola Hati

Oleh : Chairul Bariah, Wakil Rektor II  Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Dosen Fakutas Ekonomi Universitas Almuslim 
dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen

 

OPINI | Koranindependen.co - Hati adalah organ yang terpenting dalam sistem pencernaan,  mengolah sel darah merah yang telah mati dalam sistem peredaran darah dan berbagai mekanisme dalam kesehatan.   Hati mempunyai fungsi dalam tubuh untuk menghancurkan racun di dalam darah serta menghasilkan protein yang sangat diperlukan untuk kehidupan.

Pentingnya hati dalam kehidupan, terkadang kita lupa untuk merawatnya dengan baik, dengan membiarkan semua makanan yang dapat merusaknya masuk tanpa ada filter, jadilah hati rusak  dan meyebabkan kesehatan sangat terganggu. Apabila hati tak berfungsi maka pertanda ada kerusakan yang parah, hal terburukpun  terbayang dalam benak kita.

Selain itu hati juga berfungsi memproduksi cairan empedu untuk memecah lemak pada proses pencernaan serta menguraikan  gas amonia  dan mencegah infeksi. Hati dapat memecah dan menyaring zat berbahaya dari dalam tubuh. Hati dalam kesehatan sangat berperan penting, begitu juga pentingnya menggunakan hati dari sisi kehidupan dalam keseharian kita.

Hati dalam  Islam menurut Quraish Shihab dapat dipahami sebagai potensi atau kemampuan seseorang dalam meraih pengetahuan. Hati dapat ditafsir dengan sikap atau karaktek yang dimiliki manusia untuk dapat berinteraksi.

Hati adalah perasaan yang mudah tersentuh baik itu rasa sedih, senang, marah bahkan rasa tak percaya. Pergaulan dalam hidup terkadang ada yang mengabaikan hati atau perasaan, hal inilah yang terkadang mendasari timbulnya permusuhan, dendam yang berkepanjangan dan merusak nilai-nilai kehidupan.

Mengelola hati dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di kantor butuh penyesuaian diri walaupun sulit untuk dilakukan. Sebahagian besar dari kita sulit mengakui kemampuan, prestasi dan kinerja yang dimiliki orang lain.  Hal ini jelas tergambar dari tingkah laku sehari-hari, yang nampak dimata adalah kesalahan sesorang bagaikan semut diseberang lautan namun kebaikannya selalu tersimpan dan dilupakan bagaikan gajah yang tak terlihat walapun didepan mata,  seharusnya kebaikan yang tampak keburukannya yang kita simpan. 

Dalam kehidupan bermasyarakat harus  saling memahami dan menghargai, begitu juga kehidupan dalam dunia kerja. Kelebihan yang kita miliki hendaknya dapat menutupi kekurangan sahabat kita, begitu juga sebaliknya. Tapi apakah hal ini ada kita lakukan?

Menjalankan tugas dengan hati dan perasaan pasti ada tanggungjawab moral yang perlu kita jalankan. Apa yang kita tanam pasti itu yang kita petik, oleh karena itu mari menanam kebaikan. Belajarlah bertanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan, bukan untuk mengambil hati pimpinan tetapi mengelola hati dan perasaan sebagai bentuk tanggunggjawab diakhirat kelak.

Penyakit hati seperti iri, dengki,  cemburu, susah melihat orang senang, senang melihat orang susah  yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, hal ini  sulit untuk dikelola. Namun semua berpulang kepada pribadi masing-masing. Sesungguhnya hati dan perasaan yang sebenarnya hanya Allah yang tahu, Hablum Minallah, namun jika merasa bersalah pada orang lain maka hanya kitalah  yang harus menyelelsaikannya. Hablum Minannas.

Marilah kita bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing,  dan tetap menjaga hati serta perasaan orang-orang disekeliling agar kita kompak, tujuan organisasi tercapai, kesejahteraan meningkat. Dalam bergaul pasti ada gesekan, namun jadikan itu sebagai  nyayian biola yang indah, bagaimanapun tak ada gading yang tak retak, dan manusia tak ada yang sempurna. Tetaplah semangat, masa depan itu ada dalam genggaman kita. chairulb06@gmail.com