Tumbal kemanusiaan

Redaksi 31 Desember 2021 | 21:16 31
Tumbal kemanusiaan

Oleh : Ni'mah Kurniasari, S.H

Pos PAHAM Aceh Tengah-BM

OPINI | Koranindependen.co - Kedatangan stateless people Rohingnya di Aceh masih terus berlanjut,  Desember 2021 menutup akhir tahun ini ada sekitar 120 orang sebagian besar perempuan dan anak-anak, hanya kurang lebih 11 orang laki-laki, Rohingnya yg kembali terdampar di Laut Biruen  Aceh. 

Awalnya kapal mereka yang over capacity rusak mesin dan bocor, sehingga terombang ambing di Laut lepas 47 mil dr lautan Aceh.

Para nelayan Aceh yang melintasi mereka dikapal yg rusak tersebut sudah memberikan bantuan semampu mereka, baik sembako, air maupun bahan bakar. Namun tetap saja karena kondisi mereka yg sangat memprihatinkan bantuan yg di kirim ke kapal tersebut tetap tidak dapat menolong mereka dgn sempurna,  bahkan di kabarkan masih ada saja yg meninggal, karena memang kondisi kapal yang sangat tidak layak untuk menampung mereka semua, melihat dari cuaca di laut lepas dan sanitasi, MCK yg tidak memadai.

Panglima Laut Aceh dengan kewenangan dr Qanun dan budaya kearifan lokal yg telah turun menurun dalam kehidupan Laut tentu tidak bisa membiarkan ada orang yang kesusahan di perairan tanpa mereka tolong. 

Namun, belajar dari pengalaman yg sebelumnya mereka (para nelayan) takut untuk membawa Rohingnya ke perairan Aceh atau kalau memungkinkan ke Daratan.

Karena nelayan yg menolong Rohingnya sebelumnya mendapat hukuman pidana, dan itu menimpa kepada klient kami dari POS PAHAM Aceh Tengah yang bernama Faisal, Abdul Aziz dan Afrizal alias Raja yang saat ini masih mendekam  di Lapas Lhoksukon dan Lapas Calang, menunggu putusan Kasasi dari Mahkamah Agung. 

Kedatangan Rohingnya di akhir tahun 2021 ini mengingatkan kembali betapa alasan kemanusiaan memang harus menjadi Alasan  utama untuk menolong Rohingnya yang tidak memiliki kewarganegaraan dan dalam kondisi sangat memprihatinkan di Laut lepas. 

Pemerintah harus mengesampingkan alasan keimigrasian dan alasan hukum yang lain untuk menolong Rohingnya Cukuplah tiga klient PAHAM Faisal, Aziz dan Afrizal alias Raja menjadi tumbal kemanusiaan untuk Rohingnya, jangan ada lagi tumbal - tumbal yang lain. []

Dan semoga tiga klient kami ini segera mendapatkan keadilan, bebas dari segala tuntutan hukum karena menolong etnis Rohingnya. 

Dan pada akhirnya kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia harus di menangkan diatas hukum. Karena hukum di buat untuk menjaga kemanusiaan  dan Hak Asasi Manusia itu sendiri []