Menggapai Aceh Jaya Sejahtera

Redaksi 22 Agustus 2019 | 10:59 191
Menggapai Aceh Jaya Sejahtera

Istimewa

Oleh Irfan, S.Fil.I
Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Aceh Jaya

Sejak pemekaran dari Aceh Barat, Aceh Jaya sampai saat ini dinilai masih belum mampu bangkit untuk unjuk "gigi" dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Secara keseluruhan, Aceh Jaya masih belum unggul dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten baru yang sebaya dengan Aceh Jaya.

Kesejahteraan merupakan idaman setiap orang, begitu juga masyarakat Aceh Jaya. Meskipun, kesejahteraan tersebut memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Dalam perspektif penulis, menggunakan tolak ukur finansial, bagi seorang yang biasanya memiliki penghasilan Rp. 100.000 /hari, ketika penghasilannya melebihi biasanya sudah merupakan sebuah kesejahteraan bagi orang tersebut. 

Peran Ketokohan 
Tokoh biasanya diindentikkan dengan pengaruhnya yang besar dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga usulan-usulan dan saran dari para tokoh dalam suatu masyarakat cenderung akan didengar kemudian dipraktekkan. Terlebih, seorang tokoh tersebut mampu memberikan contoh atau teladan sehingga seorang tokoh tidak hanya nampak mampu berbicara tapi juga mampu merealisasikan (praktek sendiri) apa yang menjadi usulan dan saran bagi masyarakat. Oleh karna itu menurut penulis tokoh yang sebenarnya adalah seseorang yang memiliki keselarasan antara omongan dan perbuatan. 

Keterlibatan para tokoh dalam dalam tata kelola anggaran juga akan berdampak signifikan terhadap kemajuan Aceh Jaya. Dalam program-program andalan pengawasan tentu harus dikedepankan sehingga anggaran yang dikucurkan benar - benar tepat sasaran, produktif dan bernilai solutif tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya.

Peran penting lain seorang tokoh dalam rangka meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah sebagai fasilitator kesejahteraan bagi masyarakat adalah berupaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kepercayaan publik memiliki dampak besar terhadap berhasil tidaknya pemerintah dalam memaksimalkan program-progam kesejahteraan.

Seyogyanya pemerintah juga harus memberikan ruang "besar" kepada tokoh masyarakat dengan karakter tersebut di atas, sehingga terjalin kebersamaan dalam menggapai kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya Aceh Jaya.

Peran pemuda 
Sang Proklamator Indonesia, Soekarno, pernah mengatakan, "berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia". Kalimat ini sebenarnya bisa dijadikan sebuah tantangan bagi para pemuda Aceh Jaya untuk memberikan kontribusi penuh terhadap kesejahteraan masyarakat aceh jaya. 

Pemuda atau kaum milenial biasanya indentik dengan ide-ide brilian, pemikiran-pemikiran inovatif sesuai dengan perkembangan zaman. Karna itulah Soekarno berani menjamin bahwa di tangan pemuda akan muncul sebuah gerakan yang luarbiasa untuk menciptakan kesejahteraan  bagi masyarakat. Di samping itu, pemuda memiliki semangat yang menggebu-gebu dan berani. Hal yang perlu diperhatikan adalah seorang pemuda itu tidak hanya mampu mengkritik semua kebijakan yang dibuat pemerintah tapi juga mampu memberikan solusi terhadap pemasalahan. 

Peran pemuda dengan karakter yang telah disebutkan juga harus dimaksimalkan oleh pemerintah dalam rangka menerima masukan serta alat untuk mensukseskan kerja-kerja pemerintah dalam rangka merealisasikan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh Jaya.

Keseimbangan antara peran tokoh dan pemuda akan memudahkan pemerintah dalam memerangi kemiskinan di Aceh Jaya. Kekompakan kaum tua dan kaum muda akan menjadi kekuatan untuk meraih mimpi bersama dalam membangun Aceh Jaya yang lebih baik.