Begini Cara Muslim di Pedalaman Kalbar Peringati Hari Asyura

Redaksi 09 September 2019 | 22:55 218
Begini Cara Muslim di Pedalaman Kalbar Peringati Hari Asyura

Ist

Koran Independen, Ketapang, Kalimantan Barat. - Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Hijriyah. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh.

Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi'ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680). Akan tetapi, Sunni meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Tuhan karena Bani Israil sudah terbebas dari Fira'un (Exodus).

Menurut tradisi Sunni, Nabi Muhammad berpuasa pada hari tersebut dengan jumlah dua hari dengan tujuan menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani dan meminta orang-orang pula untuk berpuasa.

Peringatan 'Asyura ini juga diperingatin oleh warga Muslim di Desa Asam Besar,  Kecamatan Manis Mata,  Kabupaten. Ketapang, Kalimantan Barat. Peringatan Asyura tahun ini dimulai dengan pembacaan do'a 'Akasah yang dipimpin oleh sesepuh Desa, dengan membaca do'a akasah dengan berjalan mengilingi sepanjang jalan desa.

Setiap rumah yang dilewati sudah disediakan air yang nanti akan dibacakan do'a-do'a oleh sesepuh desa. Ritual ini sudah berlangsung hampir sepuluh tahun, para penduduk selalu antusias mengikutinya. 

H. Mawardi, tokoh masyarakat  pada saat memimpin pembacaan do'a mengatakan antusias masyarakat tahun ini sangat tinggi. "Bahwa acara ini akan berlangsung 3 hari yang akan ditutup pada hari selasa dengan makan ketupat dan bubur bersama dengan warga di ujung jalan desa." Katanya.  Ahad (8/9/2019)

Bapak Juliansyah yang merupakan Imam Surau Nurul Jannah berpesan agar seluruh warga muslim dapat mengikuti acara ini dengan selesai.

"Dan dianjurkan untuk banyak beramal di awal bulan Muharram." Katanya di sela-sela selesai pembacaan do'a hari pertama.

Reportase dari Safrizal (Asal Desa Pante Jaloh,  Kec. Sawang, Kab. Aceh Utara, Prov. Aceh) Suami dari Desi Hendri Yani Guru Garis Depan Program Khusus Kemendikbud yang ditugaskan ke Kalimantan Barat Tahun 2017) E-Mail: safrizalhasyimi@gmail.com