Kayu Ulin, Kayu Khas Indonesia Semakin Langka

Redaksi 10 September 2019 | 15:13 108
Kayu Ulin, Kayu Khas Indonesia Semakin Langka

ist

Oleh Safrizal,

Mubaligh, Diaspora Aceh di Pedalaman Kalimantan Barat

Masih ingat dengan kayu bajakah? Iya, akar kayu khas suku dayak Kalimantan yang sempat viral beberapa pekan yang lalu karena penemuan tiga siswa SMA di Palangkaraya yang menurut penelitian mereka ampuh mengobati kanker.

Ternyata dipedalaman Kalimantan tidak hanyak kayu bajakah, ternyata banyak lagi kayu yang tidak ada didaerah-daerah lain. Karena keadaan geografi dan iklim,  masing-masing tumbuhan mempunyai khas dan ciri-ciri masing-masing. Begitulah keagungan Tuhan diberikan kepada manusia supaya dapat bersyukur atas karunia Nya dan kita sebagai manusia harus mendapat melestarikannya dan tidak mengeksploitasi secara berlebihan. 

Tanaman tersebut bernama Kayu ulin disebut juga dengan bulian atau kayu besi yang merupakan tanaman khas Kalimantan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.

Kayu ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya bisa mencapai 50 meter dan diameter mencapai 120cm. Karena ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembapan dan pengaruh air laut, kayu ulin memiliki sifat sangat berat dan keras. Maka, kayu ini juga sering disebut sebagai kayu besi karena sangat kuat dan tahan banting.

Tanaman Ulin tumbuh dengan berbagai keistimewaan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh kayu-kayu lain yang ada di Indonesia. Kayu ulin mampu tumbuh dengan diameter yang cukup besar dan tinggi, serta memiliki sifat yang sangat keras dan juga tidak mudah dimakan rayap. Tidak heran jika kayu ulin diburu oleh banyak orang. Selain itu, harga jualnya juga cukup tinggi. Banyak manfaat dari kayu khas Indonesia ini, mari simak ulasannya berikut ini!

Kayu ulin memiliki nilai ekonomi yang tinggi

Kayu yang mendapat julukan sebagai kayu besi ini memang nggak diragukan lagi nilainya. Banyak orang yang lebih memilih kayu ulin sebagai bahan utama konstruksi dalam pembangunan. Di Kalimantan, kayu ulin digunakan sebagai bahan konstruksi utama dalam membangun rumah panggung.

Selain sebagai bahan utama konstruksi bangunan, kayu ulin juga dapat digunakan untuk bahan pembuatan kerajinan, seperti furnitur rumah. Tunggak pohon ulin yang telah mati juga dapat dijadikan bahan kerajinan ukir dengan nilai jual tinggi.


Bahkan, fosil kayu ulin yang telah membatu di dalam hutan pun bisa digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan. Rumornya, tekstur dan guratan kayu ulin lebih eksotis dibandingkan dengan batu permata. Bahan baku kayu ulin juga mudah didapat dan lebih ringan untuk pengerjaan pembuatan perhiasan.

Dengan sejuta keistimewaan

Tidak hanya menyumbang manfaat dari segi ekonomi, kayu ulin juga bermanfaat bagi ekologi sekitarnya. Kayu ulin merupakan tempat paling favorit bagi orang utan untuk membuat sarangnya. Orang utan akan memakan daun-daun dari pohon ulin yang masih muda. Selain itu, pohon ulin mampu mempertahankan manfaat air tanah dan menahan air dan tanah itu sendiri, mencegah terjadinya erosi maupun longsor.

Bukan hanya dari segi ekonomi dan ekologi, kayu ulin juga punya banyak manfaat kesehatan lho. Biji pohon ulin memiliki khasiat untuk pengobatan. Biji yang sudah dihaluskan dapat dimanfaatkan sebagai obat bengkak, bisa juga untuk menghitamkan rambut, seperti semir.

Selain bijinya, buah pohon ulin dapat dimanfaatkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu, lalu dicampurkan dengan manfaat minyak kelapa. Produk olahan buah berupa minyak kayu ini banyak dipasarkan di pasar–pasar tradisional, khususnya di Kalimantan sebagai produk yang berkhasiat untuk menghitamkan rambut serta mencegah tumbuhnya uban.

Itulah pemanfaatan kayu ulin dalam aspek kehidupan. Sekarang ini, kayu ulin sudah semakin langka. Mari, mulai menjaga kelestarian sumber daya alam supaya kayu ulin dan sumber daya alam lainnya sehingga tidak terancam kepunahan, mari !

*) Pemuda Asal Desa Pante Jaloh,  Kec. Sawang, Kab. Aceh Utara, Prov. Aceh, 
suami dari Desi Hendri Yani Guru Garis Depan Program Khusus Kemendikbud yang ditugaskan ke Kalimantan Barat Tahun 2017)

E-Mail: safrizalhasyimi@gmail.com