Membaca Buku, Menghargai Bumi

Redaksi 03 Oktober 2019 | 14:03 76
Membaca Buku, Menghargai Bumi

ist

Oleh Zakkyrul Alfarezzy

Siswa Kelas X SMAS Sukma Bangsa Pidie

Era millineal adalah masa dimana hampir semua hal dapat dilakukan dengan internet, sampai membaca pun sekarang dapat dilakukan dengan adanya internet. Salah satu website atau aplikasi penyedia bacaan yang paling populer saat ini adalah wattpad.

Di wattpad selain membaca kita juga dapat mencoba menjadi penulis. Aplikasi ini dapat dijadikan media membaca kapan pun dan dimana pun. 

Yang ingin saya bahas di sini adalah begitu mudahnya kita dapat membaca buku saat ini tanpa harus membawa buku kemana-mana, cukup dengan handphone dan internet kita sudah dapat membaca buku. Hal ini dapat membuat perpustakaan minim kunjungan, padahal membaca buku di perpustakaan jauh lebih nikmat daripada membaca di handphone. 

Berlama-lama di depan handphone pun sangat tidak baik terhadap kesehatan mata kita. 

Saat ini, para murid banyak menghabiskan waktunya dengan bermain game di gadget ketimbang membaca buku di perpustakaan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat mengalihkan perhatian generasi muda, mereka lebih betah berlama-lama didepan gadget daripada membaca buku. 

Dapat kita bandingkan bagaimana tingginya minat baca pemuda Eropa saat ini, yang bisa membuat negara mereka menjadi negara yang maju.

Perpustakaan yang kita tahu saat ini adalah gudangnya segala buku, dan buku pada umumnya berbahan kertas yang terbuat dari pohon, semakin banyak buku semakin banyak pepohonan yang ditebang untuk dijadikan kertas, minimnya pengunjung di perpustakaan membuat buku yang ada di dalamnya terbengkala.

Terbengkalainya buku-buku di perpustakaan sama dengan penebangan pohon yang dilakukan untuk dibuat menjadi kertas sia sia, hanya membuat pemanasan global semakin meningkat. 
 
Seperti data yang dilansir di sebuah blog yang saya baca, kerusakan hutan menyumbang 20 % dari emisi CO2 efek rumah kaca setiap tahunnya. Dapat disimpulkan bahwa penebangan pohon yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi bumi kita. 

Maka dari itu marilah kita ramaikan kembali perpustakaan seperti seharusnya. Bukan melarang menggunakan internet, saya hanya mengingatkan kita semua untuk tidak lupa terhadap buku, karena buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku kita dapat mengetahui berbagai hal tentang dunia ini tanpa harus berkeliling dunia untuk mencari tahu. 

Dan jangan pernah takut, waktumu hilang dengan membaca buku, takutlah kamu jika waktumu hilang karena hal yang sia sia. Bahkan pada surah pertama Al-Qur’an (Al-alaq ayat 1-5) yang diturunkan kepada Rasulullah, Allah menyeru hamba-hambanya untuk membaca agar mendapat ilmu.
 
“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku”. Kata bung Hatta dalam menggambarkan betapa pentingnya membaca buku. Dengan membaca buku, secara tidak langsung kita sudah menghargai bumi, atau menghargai pohon-pohon yang ditebang.

Dan Sekali lagi saya mengajak semua kaum muda untuk meramaikan kembali perpustakaan yang telah menyediakan berbagai buku-buku yang pastinya menarik dan bermanfaat untuk kita baca. Nah!