Belajar Menulis itu Asyik

Redaksi 06 November 2019 | 17:33 41
Belajar Menulis itu Asyik

CRFR

Oleh Cut Ricky Firsta Rijaya
Mahasiswa Unmuha, Pengurus IMM Aceh dan anggota Forum Aceh Menulis (FAMe)

Rasa senang dan bangga ketika tulisan saya dimuat di harian terbesar di Aceh, Serambi Indonesia, pada tanggal 18 Oktober 2019 dengan judul "Momen - Momen Penting Muhammadiyah di Banda Aceh". Sejak saat itu saya terus mengasah diri dan banyak belajar dari teman - teman yag memang sudah mahir dalam menulis.

Memang saya akui menjadi penulis itu memang tidak mudah, tidak semua tulisan kita dapat mudah diterima oleh orang banyak. Namun itu bukan menjadi kendala bagi saya dalam membuat sebuah tulisan. Saya terus mencoba mengeluarkan tulisan - tulisan yang baru dan sekarang menulis adalah hobi baru saya, menulis itu asyik.

Dulu saya tidak memiliki hobi untuk menulis. Namun saat itu saya mengikuti sebuah komunitas menulis namanya Forum Aceh Menulis (FAMe) yang dikenalkan oleh Kanda TRDC, sejak pertemuan pertama dan saya bergabung sebagai anggota, saya baru mengetahui kalau di dalam forum itu adalah orang - orang yang memang dibilang adalah seorang penulis dan sudah banyak mengeluarkan tulisan - tulisan mereka di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik. Nah, disanalah keinginan saya untuk dapat belajar menulis dimulai.

Saya mulai mencoba menulis saat itu dimulai dari saya melihat isu - isu nasional, dan dari fenomena itu saya tuangkan ke dalam tulisan saya. Konon itu tulisan pertama saya adalah tentang Cebong vs Kampret saat pilpres 2019 silam, namun saya sudah lupa dengan tulisan itu dan arsipnya sudah tidak tersimpan lagi.

Saya pernah membaca di salah satu laman situs online mengenai bagaimana kiat - kiat menjadi seorang penulis. Saya membaca kalau sebuah tulisan yang kita buat tidak boleh lari dari tema. Menjadi penulis itu sejatinya sangatlah mudah. Kuncinya hanya 3M, Menulis, Menulis, Menulis. Seakan - akan memang menulis itu sangat mudah sekali. Mudahnya sangat nyata, menjadi penulis itu hanya bermodalkan menulis. Jadi tidak ada alasan lain, mulailah untuk menulis.

Mudahnya menjadi penulis, semudah apa yang dilihat dan dialami, tak perlu harus sempurna tanpa cacat. Memperbanyak pengalaman sebagai bahan tulisan, dapat dilakukan dengan cara sering membaca karya - karya milik orang lain untuk kita pelajar.

Namun jangan berpikir untuk langsung, dan instan menjadi penulis sempurna dan yang paling penting tidak pernah berpuas diri. Teruslah belajar - belajar dengan sering mengeluarkan karya, namun apabila dimuat jangan cepat berbangga dan apabila tidak dimuat jangan pernah berkecil hati.

Sebagai penutup dalam tulisan saya ini saya ingin mengajak kawan - kawan, mari kita menulis, tuangkan ide - ide yang kita miliki dalam sebuah tulisan, dan yang paling penting adalah teruslah belajar dan mengeluarkan karya - karya tulisan. Semoga!