Sejarah Kunci Kebangkitan Bangsa

Redaksi 04 Desember 2019 | 16:49 111
Sejarah Kunci Kebangkitan Bangsa

Ist

Oleh Shafiatul Huda

Setiap negara pasti memiliki sejarah kelamnya masing-masing, tidak terkecuali Indonesia. Ir. Soekarno merupakan salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Siapa sih yang tak kenal dengan bapak Ir. Soekarno? beliau merupakan bapak motivator sekaligus tokoh yang selalu mengingatkan kita tentang seberapa berharganya sejarah, bahkan beliau rela menukarkan masa mudanya hanya dengan belajar dan berpikir bagaimana bangsa ini dapat terlepas dari masa penjajahan.

Ir. Soekarno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya.” Dari perkataan Bung Karno tersebut, apakah kita termasuk orang yang menghargai sejarah dan jasa para pahlawan? Coba lihat disekeliling kita, kita hidup di masa yang mana semua serba menyenangkan, walaupun masih ada terjadi disintegrasi di setiap daerah. Berbeda dengan masa era awal kemerdekaan Indonesia karena para pahlawan kita dulunya tumbuh dan hidup dalam situasi yang terkekam dan membahayakan nyawanya. 

Namun mereka tidak pernah menyerah dan putus asa dengan keadaan yang sedang mereka jalani karena mereka yakin bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bahkan mereka ingin segera memerdekakan Indonesia agar anak, cucu, bahkan cicit-cicitnya tidak merasakan seberapa pahitnya hidup pada masa itu. Indonesia memiliki banyak sekali sejarah yang sangat pahit, salah satu sejarah yang masih sangat menghantui Indonesia adalah sejarah mengenai pengkhianatan PKI.

Ir. Soekarno pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”  

Berikut faktor-faktor terjadinya Pengkhianatan PKI.

Ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang menganut paham komunis

Seperti yang kita ketahui, sejak awal kemerdekaan ideologi bangsa adalah Pancasila. Namun pada awal kemerdekaan juga, PKI juga ingin mengganti ideologi bangsa dengan ideologi komunis karena komunis sangat anti dengan Islam, dan juga ingin rakyat diperlakukan secara sama rata tanpa memandang status.

Ingin membentuk angkatan senjata selain TNI
Pada tahun 1965 PKI pernah mengusulkan kepada presiden Soekarno untuk menambah angkatan militer yang terdiri dari orang-orang yang menganut paham komunis, angkatan militer ini berdiri sendiri tanpa ada ikut campur TNI.
Ekonomi

Lagi-lagi salah satu penyebab terjadinya disintegrasi bangsa karena masalah perut atau masalah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Selain itu karena adanya pembantaian terhadap pedagang RRC juga membuat menurunnya pendapatan ekonomi dalam masyarakat, sehingga meledaknya kemarahan masyarakat sekitar dan ditambah lagi dengan adanya provokasi-provokasi dari PKI, dan pada saat itu pula masyarakat seperti haus akan darah para jenderal sehingga terjadilah tragedi G30S/PKI atau pembunuhan terhadap 7 perwira tinggi dalam angkatan darat.

Pada kala itu, Indonesia dalam keadaan berduka karena 7 perwira tinggi dalam angkatan darat meninggal dalam keadaan sangat mengenaskan, dengan bekas tembak disekujur tubuh, dan bekas siksaan. Lebih bejatnya lagi para korban dimasukkan ke dalam sumur tua yang di kenal dengan Lubang Buaya. Kini tempat di temukan para jenderal tersebut diberi nama dengan Monumen Pancasila Sakti yang lokasinya dekat dengan landasan udara Halim Perdanakusuma. Monumen ini dibangun dengan bentuk tujuh patung pahlawan revolusi yang dibelakangnya terdapat patung Burung Garuda.

Menurut KBBI, G-30-S adalah gerakan 30 September atau peristiwa yang terjadi pada malam 30 September sampai 1 Oktober 1965 saat tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh oleh PKI. Pahlawan memiliki makna orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, sedangkan revolusi adalah perubahan ketatanegaraan yang dilakukan dengan kekerasan seperti perlawanan menggunakan senjata.

Pancasila adalah dasar Negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Komunisme adalah paham yang berkaitan dengan menghapuskan hak milik perorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara. Sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Setiap tanggal 01 Oktober kita selalu memperingati hari Kasaktian Pancasila, yang mana pada hari itu kita mengenang korban-korban G30S PKI dan kita juga patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena ideologi bangsa kita masih Pancasila, tidak terbayangkan jika ideologi bangsa ini berubah menjadi paham komunisme. 

Memang tak semua sejarah itu benar adanya terjadi di masa lampau, tetapi demi menghormati para pahlawan yang telah mendahului kita apa salahnya kita jadikan sejarah itu sebagai sebuah pengalaman bagi sebuah bangsa agar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya dan meningkatnya rasa nasionalisme di tiap-tiap individu. 

Pada kala itu para pahlawan menaruhkan nyawanya hanya demi satu kata yaitu “Merdeka”. Apakah pantas kita mengolok-olok dan acuh tak acuh setiap sejarah? Apakah ini balasan kita untuk para pahlawan?  Apakah ini pantas untuk didapatkan oleh seorang pahlawan yang telah menaruhkan nyawanya? Tentu saja tidak, ini tidak sebanding dengan jasa para pahlawan yang telah berjuang. Paling tidak hargailah jasa para pahlawan dan jadikan sikap baik pahlawan sebagai teladan bagi kita.

Apabila berbicara mengenai sejarah, rasanya tidak pantas jika kita mengolok-olok peristiwa yang penuh dengan kolam darah. Maka dari itu, kita sebagai putra dan putri bangsa marilah sama-sama untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Adapun sikap yang harus ditanam di tiap-tiap individu agar peristiwa berdarah tidak terjadi lagi di tanah air ini. Pertama, meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua, adanya jiwa patriot dan nasionalisme yang tertanamkan di tiap-tiap individu, dan yang ketiga, adalah menumbuhkan rasa empati di tiap-tiap individu agar kita dapat juga merasakan situasi-situasi genting yang pernah dialami oleh pahlawa kita.

Jadi jangan sekali-kali menganggap remeh sejarah karena bagaimanapun sejarah dapat dijadikan sebagai pedoman. Sejarah tidak hanya membahas mengenai masa lampau tapi sejarah juga dapat menjadi kunci kebangkitan suatu bangsa. Semakin banyak sejarah yang terdapat di suatu bangsa semakin banyak pula pengalaman yang dapat dijadikan pedoman oleh sebuah bangsa. Berbijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan membuat meme yang tidak senonoh mengenai para pahlawan karena dengan hal itu kita dapat menyinggung perasaan para anak-anak para pahlawan. 

Seperti saat memperingati hari Kasaktian Pancasila janganlah membuat meme dari sejarah G30S PKI karena pada saat itu semua anak para korban pastinya sedang mengenang sosok sang ayah yang dibunuh secara keji dan biadab oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab apalagi para korban yang dibunuh di depan mata kepala anaknya sendiri. Tragedi tersebut pastinya meninggalkan bekas trauma yang teramat dalam bagi keluarga, hal itu akan terus menghantui pemikirannya, dan pasti meninggalkan dendam yang teramat dalam yang apabila melihat pelaku seperti vampir yang haus akan darah. 

Semua orang bisa menulis sejarah hidupnya sendiri dan orang lain juga bisa membuatkan sebuah sejarah dari sejarah hidup kita. Maka dari itu janganlah suka memprovokasikan keadaan karena dapat menimbulkan efek buruk maupun baiknya. Nah!

Penulis adalah Kelas XII
Alamat: Sekolah Sukma Bangsa, Pidie
asal dari Kecamatan Indra Jaya