Gawai Renggut Masa Bermain Anak Bersama Teman dan Orangtuanya

Redaksi 16 Januari 2020 | 16:54 167
Gawai Renggut Masa Bermain Anak Bersama Teman dan Orangtuanya

Nani Fitriah

Oleh Nani Fitriah
Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Aceh Jaya dan Guru SDN 13 Sampoiniet.

 

Di zaman yang semakin maju teknologi semakin canggih mulai dari alat-alat rumah tangga hingga alat-alat yang canggih untuk berkomunikasi, mulai dari surat hingga telpon dan gadjet yang super pintar yang mudah kita jumpai di manapun dan kapanpun.

Tidak dipungkiri bahwa alat canggih ini sudah menjadi barang kebutuhan bahkan wajib kita dimiliki untuk dibawa kemana saja agar mudah digunakan untuk berkomunikasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan adanya alat komunikasi yang canggih ini membuat segala urusan dan pekerjaan menjadi mudah, namun ingatlah setiap ada keuntungan pasti ada kerugian positif dan negatif.

Di era globalisasi ini semua orang ingin dimudahkan dalam setiap pekerjaannya baik dalam lingkungan rumah tangga hingga dilingkungan umum. Fenomena sekarang ini terutama orangtua yang ingin anak-anaknya lalai dalam bermain maupun dalam hal kemudahan mencari informasi untuk bahan belajar mereka disekolah.

Namun banyak orang tua yang salah kaprah dalam pembiaran gadjet terhadap anak-anak dengan begitu mudahnya dan bebasnya penggunaan Hp android/gadjet pada anak-anak. Orang tua membiarkannya tanpa ada pengawasan dan bimbingan.

Pada masa usia kanak-kanak mereka akan merasakan kenyamanan ketika melihat tontonan yang ada di dalam gadjet meski sedang sendiri,mereka terlena dengan tontonan yang menarik, gambar-gambar yang bergerak berwarna warni alunan musik yang indah seakan-akan mereka berada di dalam tontonan tersebut.

Waktu semakin berjalan dan berputar sehingga kebiasaan itu tidak bisa lagi diubah,ketika waktunya belajar orang tua memberikan buku agar anak-anak memahami tulisan dan gambar yang ada didalam buku tersebut.

Yang terkesan monoton melihat gambar yang tidak bergerak dan bersuara,seketika anak-anak merasa bosan untuk membaca buku. Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya bermain gawai (gadjet) yang terkesan seperti terhipnotis dan sudah candu.

Belum lagi anak-anak akan meniru gerakan apa saja yang dilihat dan didengar dari hasil tontonan tersebut,beruntunglah bila ia menirukan hal yang positif namun bila ia menirukan yang negatif siapa yang harus disalahkan?

Bersiaplah orang tua untuk menanggung akibatnya. Anak-anak yang sudah candu dengan gadjet ia akan melakukan hal yang tak terduga.menangis histeris bahkan tantrum,rasa peduli dan empati tidak ada,bahkan rasa ingin menolong pun tidak.

Anak-anak merasakan kenyamanan dengan gawai berinternet itu ketimbang bermain bersama teman-teman maupun orangtuanya, rasa peduli, tolong menolong dan empati tidak mereka terapkan,bersiaplah orangtua yang kehilangan fungsinya terhadap anak.

Demikian juga halnya dengan anak-anak yang sudah memasuki masa remaja,beruntunglah bila penggunaan Hp itu untuk hal yang positif namun bila disalahgunakan maka bersiaplah orangtua menanggung segala akibatnya. Remaja yang semakin lalai dalam bermain gadjet ia akan lupa dengan tanggung jawabnya, baik disekolah, di rumah,maupun di lingkungan umum meskipun tidak semua demikian namun sebagian besar mereka akan merasa nyaman dan asyik dengan handphone pinter.

Mereka akan menikmati berteman dengan teman dumaynya ketimbang teman disekitar lingkungan nya maupun disekolah. Peran orangtua sebagai sahabatpun tidak mereka hiraukan lagi sehingga bila ada masalah mereka jauh lebih percaya dan terbuka pada yang lain,waktu untuk bersama keluarga pun tak begitu penting lagi bagi mereka.

Wahai orangtua berikanlah pendapat dan masukan pada anak-anak tentang keuntungan dan kerugian terhadap penggunaan gadjet,berikan pendampingan ekstra dikala anak-anak belajar yang mengharuskan penggunaan gadjet untuk sumber bahan belajar.

Buatlah aturan dan waktu sehingga mereka mudah untuk dikontrol, begitu juga bagi anak-anak yang usia balita ajaklah mereka bermain dengan menggunakan mainan seadanya dan ikut serta bermain bersama teman-temannya.

Bersiaplah mendengarkan tangisan mereka bukan karena memilih gadjet daripada orangtua namun mereka menangis karena lelah bermain bersama teman-teman dan orangtua, sejatinya itulah pengalaman dan pelajaran secara nyata dan langsung yang mereka dapati dari bermain secara nyata.

Batasilah penggunaan gadjet bagi orang tua bila sedang bermain dan bersama anak-anak dan keluarga, karena berkumpul dan bermain bersama mereka akan memperat jalinan kasih sayang dan fungsi orangtua terhadap anak dan merupakan momen yang paling berharga. Nah, Semoga! 

Aceh Jaya 16/1/2020