Idul Fitri 1441 H di Tengah Wabah Covid-19

Redaksi 20 Mei 2020 | 10:34 75
Idul Fitri 1441 H di Tengah Wabah Covid-19

Annisa Aditya,

Oleh Annisa Aditya,

Jurusan Aqidah Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry

Hari Raya Idul Fitri adalah Hari raya setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, dinamakan Idul Fitri karena manusia kembali suci seperti bayi yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Biasanya shalat Idul Fitri dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan berramai-ramai, tapi untuk tahun ini berbeda karena adanya Covid-19.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap melakukan shalat Idul Fitri 1441 H di rumah bersama keluarga. "Alasannya karena Covid-19 masih mewabah dan kasus terus bertambah," kata Kamaruddin Amin.

Pada kasus ini ketua satuan Tugas Nahdatul Ulama (NU) peduli Covid-19 Muhammad Makky Zamzani mengakatan NU mengikuti arahan pemerintah untuk shalat Idul Fitri di rumah.

Sama seperti Organisasi keagamaan Nahdiatul Ulama, Muhammadiyah juga turut mengikuti langkah pemerintah yang mengimbau kepada seluruh umat beragama untuk beribadah dirumah masing-masing.

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyampaikan Shalat Idul Fitri sah dilakukan di rumah selama pandemi virus corona berlangsung.

Rizieq mengatakan umat Islam di daerah terpapar corona boleh melakukan salat idul fitri di rumah.

Namun syukurnya bagi masyarakat di daerah Aceh sendiri belum berlaku hal tersebut karena Aceh dalam status zona hijau penyebaran Covid-19.

Sehingga pada tahun ini masyarakat Aceh masih dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan.

Opini ini dibenarkan oleh fatwa MUI yang menyebutkan Shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan bagi umat Islam yang berada di kawasan Covid-19 sudah terkendali pada 1 Syawal. Nah!