Desas–desus yang Terjadi Saat Pandemi Covid -19

Redaksi 22 Mei 2020 | 12:21 89
Desas–desus yang Terjadi Saat Pandemi Covid -19

NADYA REZEKIN 

Oleh NADYA REZEKIN 
Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Semenjak diterapkan sistem PSBB atau biasa desebut dengan pembatasan sosial berskala besar-besaran, banyak sekali hal yang terjadi bagi kalangan masyarakat yang hidup di ibu kota. Kasus covid-19 pun semakin hari semakin bertambah kasus yang terjangkit.

Indonesia salah satu negara yang tidak diterapkan lockdown seperti negara lainnya maka diterapkan PSBB ini agar masyarakat tidak keluar dari daerah atau wilayah masing-masing. 

Oleh karena itu pemerintah menganjurkan masyakarat untuk tidak mudik ke kampung halamannya masing-masing. namun dampak seperti ini sangat berat bagi masyarakat yang sedang merantau di ibu kota, mereka ada yang tidak punya pekerjaan lain atau tidak ada lagi mata pencaharian mereka untuk makan sehari-hari terpaksa harus pulang kampung agar bisa bertahan hidup di kampung halaman bersama keluarga masing-masing. 

Pemerintahan juga menerapkan masyarakat untuk tetap stay at home dan segala pekerjaan dilakukan  dirumah saja, ibadah dari rumah, belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan sebagainya. Namun tidak semua orang juga bisa mengerjakan segalanya dirumah saja,

seperti orang-orang yang tidak mampu mereka tidak bisa hanya bekerja dari rumah untuk menafkahi keluarganya, atau setidaknya mereka harus menghidupi keluarga untuk bertahan hidup ditengah pandemi covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir. 

Semenjak segala pekerjaan harus dilakukan dirumah saja rupanya peraturan ini membuat sebagian orang stres dan ingin keluar dari rumah dan ada juga orang yang kebal dengan peraturan pemerintah.

Seperti kasus yang tengah hangat dibicarakan baru-baru ini adanya perkumpulan orang-orang di bandara, keramaian di tempat makanan, adanya konser, bahkan pusat perbelanjaan seperti Mall sangat banyak dikunjungi oleh masyarakat menjelang lebaran.

Padahal sebagian orang juga  sedang berjuang untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona. Mengapa hal ini dibiarkan begitu saja ? 

Yang lucunya padahal peraturan sudah ada tapi mengapa tidak diindahkan dan rakyat kecil yang berjualan di kaki lima di usir oleh aparat, namun Mall besar tidak. Orang yang ingin mudik dilarang keras untuk pulang bahkan harus memutar balik arah jika ketahuan ingin mudik,

namun di bandara penuh dengan lautan orang yang ingin mudik ke kampung halaman, sangat disayangkan sekali dengan hal yang terjadi seperti itu.

Malah yang menyedihkan mesjid kosong begitu saja. Inilah yang patut disayangkan oleh rakyat Indonesia. Jika mesjid tempat ibadah harus ditutup maka tempat-tempat lain seperti mall dan bandara juga wajib ditutup. Semoga hal ini tidak lagi terjadi dan semoga wabah coronas ini segera berakhir dan kita semua bisa kembali seperti semula. Amin.