Wisata Pantai Pasir Putih Penuh Sampah

Redaksi 28 Juli 2020 | 20:51 56
Wisata Pantai Pasir Putih Penuh Sampah

Fika Anggola Mahasiswi Sosiologi Agama, UIN Ar-Raniry


Oleh Fika Anggola
Mahasiswi Sosiologi Agama, UIN Ar-Raniry

Pantai merupakan salah satu wisata yang sangat diminati bagi masyarakat, khusunya bagi para remaja dan orang dewasa yang menjadikan pantai sebagai tempat tujuan untuk liburan.

Dengan kesibukan yang dialami oleh masing-masing orang menjadikan seseorang merasa terbebani sehingga memilih liburan sebagai pelampiasan dan salah satunya dengan berlibur ke pantai.

Namun sering kita lihat keadaan sekarang, masyarakat yang berlibur akan menikmati suasana pantai serta keindahan yang ada tanpa sedikitpun memikirkan kenyamanan liburan salah satunya seperti peka terhadap kebersihan pantai.

Di Kota Banda Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Besar, Pantai Pasir Putih (Lhoek Mee) termasuk salah satu pantai yang kurang sekali mendapatkan perhatian pengunjung terhadap kebersihan, sehingga sampah-sampah berserakan di sekitar pantai, warung dan bahkan ke parkiran.

Masyarakat tidak memikirkan akibat yang dapat terjadi apabila mereka terus menerus membuang sampah sembarangan. Akibat tersebut bahkan sering kali dapat merenggut nyawa manusia itu sendiri.

Sampah yang dibiarkan menumpuk terus menerus dapat mengganggu pandangan dan hidung kita karena selain baunya yang tidak sedap, juga mengganggu pemandangan.

Selain itu sampah yang menumpuk itu juga dapat menyebabkan bibit penyakit apalagi jika sampah itu berdekatan dengan tempat berjualan, akan banyak lalat yang hinggap pada makanan yang dijual sehingga akan membuat orang yang membeli makanan tersebut mengalami sakit perut.

Sebenarnya masyarakat menyadari semua akibat itu, akan tetapi mereka terus menerus bersikap tidak peduli. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kita sendiri juga terkadang malas untuk mencari tempat sampah dan membuang sampah pada tempatnya dan seringkali kita malah asal membuang sampah itu ke jalan seperti saat kita naik kendaraan ataupun saat berjalan kaki.

Oleh karena itu, untuk menghindari berbagai akibat yang dapat timbul karena sampah yang dibuang sembarangan, maka seharusnya kita dapat bersikap lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar kita.

Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.

Peristiwa ini harus segera ditanggapi oleh Pemerintah Aceh Besar dikarenakan dengan terjadinya pencemaran lingkungan di sepanjang wilayah perairan Pantai Pasir Putih Aceh Besar, maka telah merusak ekosistem dan makhluk hidup di dalamnya.

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 5 menjelaskan bahwa, Pemerintah dan Pemerintahan daerah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.

Telah banyak kerusakan yang timbul dari masyarakat khususnya nelayan bahwa banyak ikan-ikan yang mati karena kualitas air yang semakin memburuk dan juga hewan-hewan yang lain mati.

Setelah dilakukan pendalaman mangenai kematian ikan-ikan dan hewan-hewan lainnya telah ditemukan bahwa di dalam perutnya berisi serpihan sampah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup yang ada di perairan Pantai Pasir Putih mengalami stress akibat tercemarnya wilayah perairan yang dipenuhi oleh serpihan sampah seperti sampah plastik.

Pemerintah harus menyediakan bak sampah yang cukup besar dan tempat-tempat sampah lainnya disetiap sudut tempat wisata yang banyak pengunjungnya terkhusus di wilayah Pantai Aceh Besar.

Dan berkaca dari persoalan ini bukan hanya tanggungjawab dari Pemerintah saja, namun semua elemen masyarakat harus terlibat dan peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Nah !