HMI Luar Biasa, Mari Bergabung

Redaksi 15 Maret 2021 | 13:23 50
HMI Luar Biasa, Mari Bergabung

Diva Nadia Mahasiswa Ilmu Politik kader HMI Cabang Banda Aceh komisariat ushuludin dan Filsafat UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Oleh Diva Nadia

Mahasiswa Ilmu Politik kader HMI Cabang Banda Aceh komisariat ushuludin dan Filsafat UIN AR-RANIRY Banda Aceh


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (sekarang Universitas Islam Indonesia) HMI lahir pada saat umat islam Indonesia berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

HMI berdiri juga disebabkan karena pemikiran Lafran Pane . Saat itu jika dilihat kehidupan mahasiswa yang beragama islam ternyata masih belum paham dan mengamalkan ajaran agama islam. Hal tersebut juga disebabkan karena sistem pendidikan yang ada dan kondisi masyarakat saat itu  banyak terkena pengaruh aliran sosialis hingga komunis.

Sehingga dianggap perlu mendirikan Organisasi Mahasiswa yang mengandung nilai-nilai  Keislaman. Pada umumnya Organisasi mahasiswa memang harus memiliki kemampuan untuk mengikuti ide mahasiswa yang menginginkan inovasi dalam berbagai bidang, salah satunya yaitu pemahaman dan penghayatan akan ajaran agama islam saat itu.

Pada saat pendirian HMI tokoh – tokoh pemuda yang terlibat yaitu Lafran Pane sebagai ketua dan Wakil Ketua Asmin Nasution, bersama rekan lainnya  yaitu Dahlan Husain,  Kartono Zarkasi, Thayeb Razak,  Maisaroh Hilal, Suwali, Yusdi Ghozali, Mansyur, Siti Zainab,  Hasan Basri, Zukkarnaen, Toha Mashudi, Bidron Hadi, M. Anwar.

Pada saat pertama kali berdirinya HMI sudah terlihat adanya peran aktif ketika terjadi gerakan PKI yang terjadi pada tahun 1965.  Saat itu HMI menjadi salah satu faktor yang paling diperhitungkan oleh PKI, bahkan HMI dianggap sebagai musuh yang utama.

Hal itu tercermin dari pergerakan DN Aidit yang melakukan Provokasi kepada anak buahnya dengan mengatakan, “Jika tidak bisa membubarkan HMI, lebih baik pakai sarung saja.” akan tetapi HMI adalah organisasi yang kuat dan solid saat itu sehingga tidak bisa dengan mudah di bubarkan, sehingga PKI sendiri yang berhasil dibubarkan.

Tidak hanya itu saja selain HMI berdiri dengan sangat kokoh ternyata organasasi HMI sangat banyak mencetak kader-kader atau alumni yang sangat berperan aktif dan bahkan terkenal hingga menjadi tokoh di Indonesia.

 HMI juga sangat menarik, karena para kader HMI banyak mengisi di semua lini birokrasi pemerintah dari tingkat nasional hingga kabupaten, serta di seluruh organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, termasuk di dunia akademik, selalu ada alumni-alumni HMI di dalamnya. Termasuk, para master ekonomi (ekonom), para pengusaha besar, hingga politisi hebat, banyak yang terbentuk dari HMI.

Dan tujuan Tujuan HMI adalah “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertangung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT” (pasal 4 AD HMI).

Dari tujuan tersebut dapat dirumuskan menjadi lima kualitas insan cita, yakni kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta, kualitas insan pengabdi, kualitas insan bernafaskan Islam, dan kualitas insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

Nah kita dapat melihat sendiri bagaimana hebatnya HMI sehingga banyak kader-kader hebat didalamnya seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke 5, Prof. Dr. KH. Hasyim Muzadi misalnya, melalui proses ber-HMI, membuat ia mampu membawa NU di tingkat internasional yang cukup harum.  

Kemudian ada Prof. Dr. Mahfud MD yang dikenal sebagai anak emas Gus Dur. Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Kemampuannya, diakui Mahfud MD, karena ia berproses di HMI.

Dan tentunya masih banyak tokoh yang lain juga sangat hebat. Mari ber-HMI dan belajar sejarah-sejarah HMI yang sangat luar biasa , mana tau nanti anda tertarik untuk menjadi bagian dari HMI dan menyusul menjadi kader terhebat nantinya.

Jangan takut anda disesatkan karena dalam organisasi HMI diajarkan sesuai dengan perintah Tuhan dan Agama yang sangat kuat sehingga tidak membuat imam anda goyah.  

Bagi mahasiswa/I di HMI bisa membuat anda berproses untuk menjadi lebih baik dan tentunya berdiri kokoh untuk kedepannya.  YAKUSA (YAKIN USAHA SAMPAI). Nah!