Banyak Mahasiswa dan Mahasiswi Yang Mencari Kerjaan Tambahan Ditengah Covid-19

Redaksi 16 Juli 2021 | 13:54 17
Banyak Mahasiswa dan Mahasiswi Yang Mencari Kerjaan Tambahan Ditengah Covid-19

Oleh :Ansari Meika Sundari
Mahasiswi Sosiologi Agama FUF UIN Ar-Raniry

 

OPINI | Koranindependen.co -- Semenjak Covid-19 Sudah hampir 2 tahun perkuliahan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) membuat para mahasiswa jenuh dirumah tanpa kegiatan apa-apa. Selain jenuh mahasiswa juga tidak mendapatkan uang jajan dikarenakan kuliah yang dilaksanakan dari rumah, selain hal tersebut juga disebabkan karena selama perkuliahan dilakukan secara daring tetapi SPP tetap harus dibayar membuat mahasiswa Dan mahasiswi merasa menjadi beban Keluarga.

Karena rata-rata usia mahasiswa diatas usia 19 tahun membuat para mahasiswa merasa sudah enggan terlalu membebankan orang tuanya sehingga berusaha mencari ide untuk dapat menghasilkan uang sendiri dan bisa membayar spp kuliah maupun kebutuhan sehari-hari dari hasil keringat mereka sendiri dan mengurangi beban orang tuanya,ternyata hal itu membuat banyak mahasiswa dan mahasiswi mencari kerja sampingan ditengah perkuliahan daring, banyak dari mahasiswi melakukan jualan online atau biasa sering disebut dengan olshop.

Kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi mencari pekerjaan yang tidak terlalu menghabiskan waktu dan dapat  dilakukan sambil berkuliah. Banyak mahasiswi yang berniat jualan online karena pekerjaannya tidak ribet hanya cukup menggunakan handphone saja tanpa harus keluar rumah, dari hasil usaha olshop tersebut setidaknya cukup untuk uang jajan sehari-hari tanpa harus meminta kepada orang tua dan cukup untuk memenuhi skincare perawatan para wanita. jualan online tersebut dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun sehingga mahasiswi merasa mampu mengerjakan nya karena hanya menggunakan handphone saja.

Sedangkan para mahasiswa kebanyakan mencari pekerjaan yang nyata dilakukan menggunakan tenaga diantaranya pekerjaan seperti, tukang dorsmeer, menjaga toko baju, menjadi pelayan caffe maupun warkop dan masih banyak lagi pekerjaan yang dilakukan mahasiswa ditengah-tengah perkuliahan online yang mereka jalani. Para mahasiswa biasanya mengerjakan pekerjaannya menggunakan shift mengingat mereka juga harus melakukan kuliah online pada jam kuliah dan mengerjakan pekerjaan kuliah atau tugas kampus sehingga mereka harus menggunakan shift untuk membagi waktu antara perkuliahan dan jam kerja agar tidak tercecer segala kewajiban mereka sebagai mahasiswa dan pekerjaan mereka.

Ternyata para mahasiswa berusaha mencari kegiatan untuk mengurangi beban orang tuanya dari pada menganggur dirumah tanpa menghasilkan apa-apa sehingga mereka berupaya menggunakan waktu ditengah perkuliahan daring untuk dapat menghasilkan uang dengan pekerjaan seadanya setidaknya cukup untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus meminta kepeda orang tua.