Jihad Dimasa Pandemi Covid-19

Redaksi 17 Juli 2021 | 15:44 19
Jihad Dimasa Pandemi Covid-19

Ist

Oleh : Musliadi
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh

OPINI | Koranindependen.co -- Jihad adalah berjuang berusaha, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, jihad dilakukan untuk menegakkan agama Allah dan menjaga agama Allah, jihad bukan sebuah kata asing lagi di telinga kita dan umat beragama, membela agama tetap akan selalu ada dari dulu sampai sekarang di setiap umat beragama akan membela agamanya masing-masing, kata Masing-masing terlihat egois, egois belum tentu salah dan benar, salah dan benar hanya sebuah peletakan yang tepat waktu dan tempat nya.

Menurut IbnuI Qayyim al-Jauziyaal-Jauziyah beliau seorang ulama dalam pandangan beliau jihad di bagi menjadi 4 (empat) yaitu Jihad terhadap diri sendiri, jihad melawan godaan syetan, jihad memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik. Dari keempat jihad ini, ada satu jihad yang banyak di lakukan dan dikata oleh orang-orang kepada orang lain yaitu jihad memerangi orang-orang kafir. Kenapa ini banyak di gunakan karena berbeda pendapat dengan yang lain atau salah memahami kata jihad tersebut.

Islam adalah mayoritas di Indonesia sejak awal kemerdekaan, konflik memang selalu hadir di kehidupan manusia, konflik terjadi buka hanya di kalangan umat beragama bahkan dalam keluarga sering terjadi, yang ingin saya sampaikan konflik dan perbedaan itu satu, karena konflik terjadi berbeda pendapat atau pemahaman. Indonesia memiliki mayoritas Islam didalam islam banyak sekali kelompok besar, sedangkan dan kecil, dari sini ada beberapa kelompok yang berdiri lalu mengatas namakan Islam mereka mengajak orang-orang untuk bergabung dalam membela agama disini muncul orang-orang yang salah mengartikan jihad ini terjadi akibat berbeda pemahaman maka sering kita lihat di sekitar kehidupan ini.

Pada masa pandemi sekarang banyak orang di rumah mengikuti perintah dari pemerintah untuk tidak keluar rumah karena covid19 yang sangat berbahaya bagi mereka dan keluarga nya. Dalam keadaan saat ini siapa yang akan melakukan jihad dan bagaimana cara melakukannya? Iya ini menjadi pertanyaan bukan diri kita sendiri pada saat ini. Dengan ada peraturan dari pemerintah Stay Home itu membuat pedang kecil kesusahan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Penerapan yang telah di tetapkan oleh pemerintah membuat masyarakat banyak yang merasakan kerugian dan membuat sesak perekonomian dalam keluarga, negara Indonesia itu banyak sekali pengangguran lalu bertambah akibat ada covid19 belum lagi yang di PHK akibat covid dan alas-alasan yang tidak masuk akal. Dengan keadaan seperti ini siapa yang akan berjihad untuk membantu orang-orang yang kesusahan dalam bentuk apapun itu?

Jihad itu bukan berarti perang saja tapi Jihad banyak hal yang dikata Jihad. Memang Jihad mempunyai kedudukan yang tinggi. Rasullulah SAW menganggapnya sebagai puncak beragama seseorang beragama.  Tapi sayangnya kata Jihad sering disalah pahami oleh sekelompok orang dan jihad yang paling utama di katakan Nabi menyampaikan kebenaran kepada penguasa.  

Didalam islam Jihad tidak selalu berarti perang mengunakan kekuatan fisik. Tapi juga dengan membantu dengan hartaharta karena lebih di utamakan dari pada Jihad dengan mengunakan fisik. Dengan banyak hal penjelasan Jihad mengapa terjadi kekerasan. Kerena kalau orang yang beragama islam mereka akan memahami dulu apa atau bagaimana islam?

Jihad di masa pendemi adalah menghentikan penyebaran virus corona, Jihad ini lebih di tujukan kepada masyarakat kecil atau masyarakat bahwa, dan Jihad apa yang harus dilakukan pemimpin atau penguasa adalah membantu atau mengoptimalkan terutama kebutuhan masyarakat di masa pandemi seperti kebutuhan keluarga.

Apakah ini sudah dilakukan tentu sudah tapi ada sedikit masalah yang tidak diperhatikan yaitu saran bantuan yang di persiapkan itu tidak semuanya tepat sasaran. Banyak sekali yang salah sasaran itu bisa kita lihat pada berita-berita yang awal muncul tentang bantuan PKH banyak berita yang menampilkan bahwa orang kaya banyak yang mendapatkan nya. Hal itu telah dilakukan tidakan oleh pemerintah, menurut saya itu Cuma sebagia dan hal ini terus terjadi apa lagi masa pendemi saat ini.  

Masalah uang atau hal yang berhubungan dengan ekonomi akan terus tidak tepat sasaran dengan keadaan ekonomi yang makin hari makin buruk akibat virus corona hal ini tentu wajar, wajar ini tidak boleh terus terjadi karena akan berakibat fatal bagi masyarakat Indonesia dan negara kedepannya.

Saran yang saya ajukan agar orang-orang yang memiliki hak atau kewajiban dalam masyarakat agar berfikir lebih keras lagi, supaya hal ini tidak berkelanjutan dengan sangat lama, harus secepatnya di selesaikan. Dalam hal ini kita harus mempersiapkan dan saran supaya pemerintah atau penguasa lebih cepat dalam bergerak, buka bergerak dalam bentuk suara dan lewat media saja tapi harus turun tangan menglihat apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang telah di perintah nya apa sesuai dengan di pemerintahkan?

Dari semua di atas yang telah kita baca bisa disimpulkan bahwa Jihad itu buka tenteng kekerasan saja. Bentuk kekerasan terjadi akibat akibat egois diri sendiri tau mementingkan diri sendiri hal seperti inilah harus secepatnya disadarkan agar tidak berkepanjangan terjadinya dan perlu di perjelaskan agar tidak salah dalam memahami nya.

Supaya kita tau yang mana teroris sebenarnya, jangan selalu mengatas namakan Islam. Orang yang paham islam tidak melakukan perang untuk jalan damai karena banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mencari perdamaian dan perang yang dilakukan adalah jalan damai yang paling terakhir.